Festival Keraton Nusantara Di Cirebon, Memelihara Budaya

Kemeriahan Festival Keraton Nusantara Ke-11 Di Cirebon (Foto radarcirebon.com)

Kemeriahan Festival Keraton Nusantara Ke-11 Di Cirebon (Foto radarcirebon.com)

JURNAL123, CIREBON.
Festival Keraton Nusantara (FKN) ke-11 secara resmi dibuka oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan di Kota Cirebon dan diikuti oleh Keraton se-Nusantara.

“Dengan ini Festival Keraton Nusantara yang ke-11 saya nyatakan dibuka,” kata Aher sapaan akrabnya di Cirebon,Sabtu, saat membuka acara FKN.

Menurut Aher, dengan diadakannya FKN, diharapkan bisa memperkuat kesatuan Republik Indonesia yang sangat beragam, baik suku, budaya, bahasa dan lainnya.

Indonesia yang terdiri dari 17 ribu pulau lebih sangat beragam dan keberagaman ini bisa menjadi berkah bagi Indonesia. Katanya, pertemuan Raja se-Nusantara diharapkan bisa lebih mempersatukan Indonesia yang beragam ini.

Ribuan masyarakat Kota Cirebon dan sekitarnya tumpah ruah di sepanjang jalan Siliwangi menyaksikan momen langka dan istimewa ini.

Dalam radarcirebon.com diberitakan, ratusan peserta kirab dari berbagai kesultanan dan kerajaan se-nusantara tampil mengenakan kostum khas daerah masing-masing. Para peserta Festival Keraton Nusantara ke-11 ini berjalan menggunakan rute start dari Alun-alun Kasepuhan- Jalan Lemahwungkuk-Jalan Pecinan-Jalan Pasuketan-Jalan Bahagia-Jalan Karanggetas-Jalan Siliwangi-Finish di Alun-alun Kejaksan.

Sebelumnya, diberitakan, sebanyak 50 Keraton se-Nusantara dan 100 peninjau dari 150 Keraton dipastikan hadir dalam Festival Keraton Nusantara (FKN) 2017 di Kota Cirebon pada 15-19 September 2017. Diperkirakan, jumlahnya menurut perkiraan mencapai 10 ribu orang.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti mengatakan, tahun ini kota Cirebon menjadi tuan rumah FKN yang kedua kali. Sebelumnya, Cirebon pernah menjadi tuan rumah pada FKN II Tahun 1997.

“FKN sendiri berawal dari Festival Keraton se-Jawa yang diadakan di Solo pada 1992. Kegiatan ini kemudian dikembangkan menjadi Festival Keraton Nusantara (FKN). Awalnya FKN digelar untuk pertama kalinya pada 1995 di Yogyakarta dengan diikuti 20 utusan keraton/istana dari beberapa kerajaan yang ada di Indonesia. Dan kali ini pesertanya sudah sampai ratusan,” ujar Esthy yang didampingi Kabid Wisata Budaya Wawan Gunawan di Jakarta.

Memang, pelestarian budaya ini dirasa sangat perlu. Misinya, apalagi kalau bukan untuk mengenalkan adat tradisi dan budaya keraton yang bernilai luhur. Ini juga sekaligus melestarikan benda-benda peninggalan sejarah dan purbakala sebagai aset. Jadi, lanjut Esthy, bukan hanya pada bangunan saja. Pengembangan dan pemanfaatan budaya juga ikut disentuh sehingga ada nilai-nilai yang bermanfaat.

“Peninggalan bangunan kesultanan atau keraton menjadi bagian dari atraksi dan menjadi tarik bagi wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) berkunjung ke Indonesia, serta untuk dikenalkan kembali sejarah dan budaya kita,” ujarnya.

Akan ada beberapa pagelaran seni dan budaya bernuansa keraton dalam FKN ke-11 ini seperti Kirab Agung Prajurit Keraton, Pagelaran Kesenian Keraton, Pagelaran Upacara Adat Keraton, Pagelaran Busana Keraton, Pameran Benda-Benda Pusaka Keraton, Pertemuan Raja atau Sultan Nusantara.

Peresmian Museum Pusaka Keraton Kasepuhan juga rencananya akan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo.

Menpar Arief Yahya ikut menyambut gembira rencana Festival Keraton Nusantara itu. Penguatan cultural value dari Kasultanan Kasepuhan Cirebon, menurutnya akan memberikan dampak terhadap commercial value. Semua harus menghasilkan kombinasi yang serasi.(RAD)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>