Pelantun ‘Kisah Kasih di Sekolah’ Muncul di DPRD Sulawesi Utara

Dari kiri ; Wakil Ketua DPRD Sulut Wenny Lumentut, Deddy Dores, Obbie Mesakh

Dari kiri ; Wakil Ketua DPRD Sulut Wenny Lumentut, Deddy Dores, Obbie Mesakh

8
MANADO, JURNAL123.
Nama Obbie Messakh tak asing di blantika musik pop Indonesia terutama pada dekade 1980-an.

Di usia 57 tahun, Obbie Messakh masih tampak awet muda ketika dijumpai di ruangan Wakil ketua Deprov Wenny Lumentut, Kamis (6/11/2014) sore.

Kisah pria NTT berdarah Sitaro yang sukses sebagai penyanyi sekaligus pencipta lagu beberapa diantaranya berjudul, Antara Cinta dan Dusta, Kisah Kasih di Sekolah, Kau dan Aku Satu bermodalkan keberanian serta kepercayaan diri.

“Modal utama sebagai penyanyi adalah percaya diri. Kemudian terus belajar dan berlatih”, ujar Obbie Messakh.

Terkait pembajakan lagu yang marak terjadi di Indonesia, idola para ibu yang lagunya pernah dicekal Menpen Harmoko tahun 1988 ini mengajak keterlibatan banyak pihak untuk mengatasinya.

“Termasuk wartawan bisa membantu. Mudah-mudahan dengan program Revolusi Mental Presiden Jokowi dapat menyadarkan para pembajak, penjual serta masyarakat agar membeli CD original bukan bajakan”, tukasnya.

Meskipun tidak aktif lagi menciptakan lagu, namun Obbie Messakh mengaku beberapa lagu ciptaannya akan dinyanyikan kembali oleh artis-artis terkenal saat ini.

“Ada beberapa lagu saya akan dinyanyikan kembali oleh Geisha dan Ariel. Untuk menciptakan lagu baru saya masih menunggu momentum yang tepat”, pungkas ayah 5 anak dan kakek 3 cucu ini.

Ini Sebagian Lagu Ciptaan Obbie Messakh:

– Antara Cinta dan Dusta
– Kisah Kasih di Sekolah
– Kau dan Aku Satu
– Antara Benci dan Rindu
– Kau Tercipta Bukan Untukku
– Cobalah Untuk Mengerti
– Telepon Rindu (BEM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *