Kenaikan BBM Beratkan Angkutan Umum

TANGERANG, JURNAL123.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Tangerang Dan Persada mengklaim subsidi BBM, yang dilakukan pemerintah sebelum harga dinaikkan, tidak dinikmati secara menyeluruh oleh angkutan umum.

“Angkutan umum itu cuma menikmati subsidi BBM sebanyak 7 persen. 93 persennya itu kendaraan pribadi,” kata Dan kepada Kompas.com, Selasa (19/11/2014) pagi ini.

Angkutan umum juga, kata Dan, semakin terdesak dengan kenaikan harga BBM bersubsidi ini. Pasalnya, saat rencana kenaikan harga sudah dilontarkan, harga suku cadang pun telah naik terlebih dahulu.

Ketika harga BBM resmi dinaikkan, harga suku cadang naik lagi menjadi lebih mahal. Dan menuturkan, Organda Tangerang bersama Organda di seluruh Indonesia akan memperjuangkan keringanan bagi pelaku usaha angkutan umum kepada pemerintah.

Salah satu caranya, kata dia, bisa dengan menerapkan harga BBM tersendiri untuk pelat kuning atau angkutan umum, dan membantu revitalisasi sekaligus peremajaan yang selama ini diakui sulit dilakukan tiap pengusaha angkutan.

Kenaikan harga BBM bersubsidi resmi ditentukan dan telah diumumkan Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi, Senin (16/11/2014) malam dan mulai berlaku pukul 00.00 WIB Selasa (17/11/2014). Harga premium dari Rp 6.500 menjadi Rp 8.500. Sedangkan harga solar dari Rp 5.500 menjadi Rp 7.500.(KOM)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *