Kapolda Bali Ungkap Langkah Hadapi Terorisme

Kapolda Bali Ungkap Langkah Hadapi Terorisme

JURNAL123, JAKARTA. Berbagai kejadian yang sedang ramai dan sering terjadi akhir- akhir ini adalah terorisme. Terorisme banyak memakan korban, oleh karena itu sangatlah penting dan perlu pembahasan dan cara masuknya ideologi radikalisme More »

Densus 88 Ringkus 3 Terduga Teroris

Densus 88 Ringkus 3 Terduga Teroris

JURNAL123, JAKARTA. Untuk memberikan  pengamanan  yang dilakukan hingga kini Densus 88 melakukan pencegahan berhasil menangkap tiga teroris baik di Sulawesi Tenggara Agung Alias Faruq, Muhammad Jeffry alias Abu umar dan Andi Rivan More »

Polri Bahas Pengamanan Tempat Ibadah, Bukan Kedatangan Habib Rizieq

Polri Bahas Pengamanan Tempat Ibadah, Bukan Kedatangan Habib Rizieq

JURNAL123, JAKARTA. Ada dugaaan dilakukannya video conferences untuk membahasa kedatangan Habib Rijiq ternyata tak ada,  Sebenarnya pertemuan itu dilakukan untuk  pembahasan pengamanan tempat ibadah dan tokoh agama. Pasalnya ini dilakukan karena faktanya More »

Kebijakan Kemudahan TKA Memicu Pengangguran di Indonesia

Kebijakan Kemudahan TKA Memicu Pengangguran di Indonesia

JURNAL123, JAKARTA. Rencana pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait kemudahan izin kerja bagi Tenaga Kerja Asing (TKA) ditolak buruh. Kebijakan tersebut dinilai akan meningkatkan jumlah pengangguran di dalam negeri. Maraknya investasi asing More »

Presiden Menghadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2018

Presiden Menghadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional 2018

JURNAL123, JAKARTA. Hari ini Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo menghadiri Puncak Peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2018 yang dihelat di Danau Cimpago, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, Jumat More »

 

Kapolda Bali Ungkap Langkah Hadapi Terorisme

DR Irjend Pol Petrus Golose : Penangan Teroris di Indonesia secara Humanis penegakan hukum dan Soft Approach sehingga jelas dapat dipertangung jawabkan. ( Vecky Ngelo)

DR Irjend Pol Petrus Golose : Penangan Teroris di Indonesia secara Humanis penegakan hukum dan Soft Approach sehingga jelas dapat dipertangung jawabkan. ( Vecky Ngelo)


JURNAL123, JAKARTA.
Berbagai kejadian yang sedang ramai dan sering terjadi akhir- akhir ini adalah terorisme. Terorisme banyak memakan korban, oleh karena itu sangatlah penting dan perlu pembahasan dan cara masuknya ideologi radikalisme serta terorisme ke Indonesia, STIK – PTIK (Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian) menggelar seminar Internasional dengan mengangkat Tema ” Best Practies On Holding Terrorism”, ini adalah bagian dari Mahasiswa S3 STIK Angkatan III dari Program Doktor Ilmu pengetahuan Polisi.

Acara berlangsung di Aula STIK – PTIK, Kebayoran, Jakarta Selatan. Kamis (21/2). lrjen. Pol. Dr. Drs. Petrus Reinhard Golose M.M. Kapolda Bali (Chief of Police of Bali Province) “The Soft Approach Strategy in Coping with Islamist Terrorism in Indonesia”

” Dalam menanggapi meningkatnya radikalisme, Indonesia telah mencoba untuk melakukan tindakan yang berhasil dengan dua pendekatan; penegakan hukum, dan saji approach. Teroris yang telah ditangkap tidak menyebabkan deradikalisme namun lebih banyak kontra ideologi tentang nilai jihad. Kontrak ideologi konflik ideal diri yang akan membentuk pola pikir seseorang terhadap seseorang. Akhirnya pola pikir akan menjadi kontrol untuk fungsi yang akan permanen dan melibatkan semua fungsi kognitif, abektif dan tingkah lakunya “.

Berikut 9 alasan kelompok radikal gunakan internet:
1. Menyebar propaganda;
2. Merekrut anggota;
3. Melakukan pelatihan;
4. Mengatur persediaan logistik;
5. Membentuk kekuatan paramiliter;
6. Mengatur rencana;
7. Melancarkan aksi teror;
8. Mengatur tempat persembunyian;
9. Penggalangan dana.

Brigadier General Ret. Ruseel D. Howard The Inaugural Director of the Combating Terrorism Center, USA ”Special Operation Against Terrorism” Bagaimana operasi yang dilakukan oleh Amerika dalam menghadapi isu terorisme, upaya-upaya operasi khusus yang dilakukan selama ini akan menjadi pembahasan, termasuk karakteristik organisasi, demografi, dan misi yang dijalankan ” .

Kelompok Teroris Negara Islam (IS) yang menang di Irak pada tahun 2014 telah kehilangan keunggulan. Saat ini bersifat defensif, berjuang untuk mempertahankan bentengnya di Irak dan Suriah. Ini kontras dengan situasi di tahun 2014 saat kelompok ini sedang naik daun. Dalam masalah ini, Rohan Gunaratna membahas serangan teroris profil tinggi baru-baru ini di Manila dan menyoroti ancaman yang ditimbulkan oleh Divisi IS Asia Timur di Filipina. Dia berpendapat bahwa serangan baru-baru ini, penyatuan berbagai kelompok militan di bawah payung IS dan bentrokan antara pasukan keamanan Filipina dan afiliasi IS di Bohol menunjukkan pengaruh IS yang semakin meningkat di Filipina, dan sebuah pengingat bahwa kelompok tersebut mencoba untuk memperluas ke utara. Artikel tersebut berpendapat bahwa ancaman IS kemungkinan akan meningkat di masa depan, dan memperingatkan bahwa penciptaan inti IS di Filipina tidak hanya menghadirkan ancaman domestik tapi regional dan internasional yang perlu ditangani dengan cepat.

Aksi Terorisme merupakan fenomena sosial dalam satu periode terakhir ini. Akar dari terorisme juga mengalami peningkatan; baik di tingkat nasional, regional maupun global. Ekskalasi dampak desktruktif yang ditimbulkan telah atau lebih banyak menyentuh multidimensi kehidupan manusia Masyarakat, internasional sepakat bahwa aksi terorr merupakan bentuk nyata dari pelecehkan nilai-nilai kemanusiaan, martabat bangsa, dan norma-norma agama.

Indonesia mengalami teror bom yang melanda berbagai daerah, kasus bom Bali 12 Oktober 2002 menyisakan histori yang tidak terlupakan Secara berkelanjutan dapat digambarkan selama dua tahun terakhir; bom Thamrin (14 Januari 2016), born mapolresta Surakarta, teror gereja Santo Yosef Medan, Bom gereja Oikumene Samarinda, Bom Majalengka, rencana bom istana negara, bom Tangerang, Kancana penyerangan pos polisi Senen, penembakan terhadap 2 anggota polri di Tuban, bom panci Bandung, bom Kampung Melayu, Penikaman anggota Polri di Mako Polda Sumut, penikaman terhadap 2 personel Brimob di Masjid Faletehan Jaksel, penyerangan Mapolres Dharmasraya Sumatera Barat.

Berbagai kejadian teror yang terjadi menunjukkan bahwa; pertama, teror dapat terjadi dan muncul dimana saja, seperti Indonesia, Philipina, Thailand, Afganistan. Pakistan, Arab Saudi, Turki, Inggris dan Amerika Serikat Hal ini memperlihatkan bahwa terorisme merupakan kejahatan global (global crimes). Kedua, dari pengungkapan aksi teror di Indonesia, pelaku adalah warga negara Indonesia dan telah menjadi bagian dari pelaku terorisme global. Kondisi ini menggambarkan akar-akar terorisme berkembang dalam kebudayaan masyarakat Indonesia. Ketiga, selama kurun lima tahun terakhir, nilai-» nilai sosial masyarakat Indonesia “kegotong royongan” telah kehilangan “roh”nya sehingga akar sosial ”sosial cepi ” masyarakat dalam membangun keamanan menjadi pudar.

Dampak dan implikasi teror tersebut sangat luas dan mendalam, mulai dari keamanan, kemanusiaan hingga politik dan perekonomian. Tanpa kompetensi yang memadai serta langkah antisipasi yang tepat, kerugian baik fisik, materiil dan sosial dari rangkaian teror tersebut sangat besar nilainya untuk ditebus oleh bangsa kita.(VEK)

Penyebar Berita Hoax Penculikan Ulama Ditangkap

Salah seorang tersangka penghinaan  Ulama Suhardi Winata ditanya oleh wartawan di Direktorat Cyber Tanah Abang Jakarta Pusat, Rabu (21/2)2018. Tampak disaksikan Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Cyber dan Anjak Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Pujo.( Vecky Ngelo)

Salah seorang tersangka penghinaan Ulama Suhardi Winata ditanya oleh wartawan di Direktorat Cyber Tanah Abang Jakarta Pusat, Rabu (21/2)2018. Tampak disaksikan Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Cyber dan Anjak Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol Pujo.( Vecky Ngelo)


JURNAL123, JAKARTA
Maraknya isu penculikan ulama dan tokoh agama tengah kencang berhembus. Ternyata ada saja yang memanfaatkan ini dan menyebarkan isu tersebut di dunia maya.

Kepolisian telah menangkap lima tersangka pelaku penyebar berita palsu (hoaks) tentang penculikan ulama di daerah Jawa Barat. Kelima tersangka itu ialah Yadi Hidayat, Sukandi, Wawan Setia Permana, Wawan Kandar dan Tusni Yadi.

Dua dari lima tersangka itu sempat menceritakan alasannya menyebarkan hoaks tentang penculikan ulama itu saat dihadirkan oleh kepolisian dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Siber Polri, Cideng, Jakarta, pada Rabu (21/2/2018).

Yadi Hidayat, misalnya, mengaku menyebar kabar hoaks penculikan ulama tersebut hanya agar masyarakat berhati-hati.

“Untuk motif, untuk kehati-hatian. Tidak ada tujuan untuk apa-apa. Cuma motif untuk kehati-hatian,” kata Yadi berulang-ulang saat menjawab pertanyaan polisi. Yadi tidak menjelaskan secara jelas maksud dari “untuk kehati-hatian” tersebut.

Yadi juga mengklaim mendapatkan sumber informasi itu dari mengutip pemberitaan salah satu media televisi bahwa ada ulama yang diculik. Dari berita itu, ia lantas membagikan kabar hoaks soal penculikan ulama via WhatsApp.

“Hati-hati, jika itu berita hoax atau bukan, kita sama-sama berlindung pada Allah. Itu saran dari saya,” kata Yadi menjelaskan isi pesannya saat menyebar kabar hoaks soal penculikan ulama.

Tersangka lainnya, Wawan Kandar mengaku menerima informasi tentang penculikan ulama tersebut dari Yadi Hidayat via WhatsApp. Dia kemudian membagikan informasi itu ke grup WhatsApp yang beranggotakan warga di sekitar lingkungan permukimannya. Kebetulan, Wawan merupakan seorang ketua RW di salah satu desa di kawasan Bandung, Jawa Barat.

Wawan juga mengklaim tidak memiliki motivasi spesifik soal penyebaran informasi palsu itu. “Hanya untuk keamanan di lingkungan saja berdasarkan kejadian-kejadian di wilayah Jawa Barat, terutama Bandung, dan kami sendiri berada di lingkungan tersebut,” kata dia.

Meski tidak pernah ada kejadian penculikan ulama di Jawa Barat, Yadi Hidayat dan keempat rekannya
sempat menyebarkan berita bertajuk “PKI Bangkit” dan ‘Penculikan Ulama di kawasan Cimuncang, Garut.’

Wawan mengakui tidak pernah ada kejadian penculikan ulama maupun kebangkitan PKI. Dia tetap menyebar informasi ini dengan alasan, “Mungkin terbawa isu itu, termakan isu [penganiayaan jadi penculikan].”

Kepala Subdirektorat I Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar menyampaikan, informasi hoaks soal penculikan ulama memang marak dibicarakan di daerah Jawa Barat.

Menurut dia, kelima tersangka yang ditangkap oleh Bareskrim itu merupakan orang-orang yang diduga penyebar utama kabar hoaks ini. Namun, polisi tidak menahan kelima tersangka yang terancam hukuman maksimal tiga tahun penjara tersebut.

“Jadi rekan-rekan, perlu diketahui bahwa penyampaian berita bohong ini dapat dipidana sesuai Undang-undang Nomor 1 tahun 1946 Pasal 14 ayat (2), yakni barangsiapa menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menerbitkan keonaran di kalangan rakyat, sedangkan ia patut dapat menyangka suatu pemberitahuan atau berita itu adalah bohong, dihukum dengan penjara selama-lamanya 3 tahun,” kata Irwan dalam konferensi pers itu.

Karena dapat diakses orang banyak dan tersebar luas, sedangkan kebenarannya belum teruji sehingga informasi tersebut dapat dikatakan informasi bohong atau hoax.(VEK)

Densus 88 Ringkus 3 Terduga Teroris

Ilustrasi Densus 88

JURNAL123, JAKARTA.
Untuk memberikan  pengamanan  yang dilakukan hingga kini Densus 88 melakukan pencegahan berhasil menangkap tiga teroris baik di Sulawesi Tenggara Agung Alias Faruq, Muhammad Jeffry alias Abu umar dan Andi Rivan Alias Afif. Kedua tersangka teroris masih dalam pemeriksaan dikenakan pasal  ,sedangkan Muhammad Jeffry alias Abu Umar meninggal dunia karena sakit jantung dikenakan Pasal 15 jonto 7  (pemufakakatan melakukan TP)  Terorisme atau  pasal 13  menyembunyikan informasi  terkait TP Terorisme ) 

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend Pol Setyo Wasisto ditemui di Mabes Polri , Senin (19/2)2018 mengatakan  telah dilakukan penangkapan teroris yang terjadi di Sulawesi Tenggara dan Indramayu Jawa Barat .” Yang pertama saya mau sampaikan bahwa pada hari kamis 1 Febuari 2018 pukul 15.17 WIB di Kelurahan Jayabakri Kecamatan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan Lingkungan Mambulu Selatan  telah di lakukan penangkapan tersangka tindak pidana  terorisme  atas nama  Agung Alias Faruq  tempat tangga lahir Tarengge, 17 Agustus 1982  Jalan Manggis Desa Tarengge, Kecamatan Wotu,  Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Tenggara Pekerja Wirasasta dan agama Islam,” ujarnya.

 

Selanjutnya, Setyo menegaskan Kedua, Pada Tanggal 7 F ebuari 2018 Pukul 15.17 WIB  di Jalan Raya Haurgelis di Desa  Cipancu, Kecamatan Haurgelis,Kabupaten  Indramayu,Proviinsi  Jawa Barat  telah dilakukan penagkapan tersangka tindak Pidana terorisme yaitu  Muhammad Jefri alias Abu Umar,Laki-laki  tanggal lahir 10 juni 1987 di Desa Kapuran, Kelurahan Pasar  Mandang Kecamatan Kota Agung,Kabupaten Tenggamus, Provinsi Lampung. Alamat Indramayu Jalan Galur Harapan RT 10 RW 03 Desa Mekar Jati  Kecamatan Haurgelis,Kabupaten Indramayu pekerjaam sebagai Pedagang Kebab telur , Agama Islam. “Ketiga Pada Rabu tanggal 7 Febuari 2018  Pukul 10.20 Wib digedung Kampung Setu RT 02 RW 06 Kelurahan Leuwimekar Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor Jawa Barat telah  dilakukan penangkapan tersangka terorisme yaitu Andi Rivan Munawar alias Afif, Jeniskelamin laki-laki ,Tanggal lahit ujungpandang , 14 Oktober 1996 ,alamat Jaklan Tidung IX STP B Blok 10  No.137 Kelurahan  Mapala,Kecamatan Rappocini, Kecamatan Makasar Provisi Sulawesi Selatan. Tidak Bekerja dan agama Islam,” tegasnya

 

Untuk itu, Setyo menjelaskan Keterlibatan  para tersangka dan mengetahui keberadaan tersangka tindak pidana terorisme atas nama  Agung alasi Faruq yang terlibat rencana penyerangan  Mapolres dan  Mako Brimob Toli-toli oleh kelompok Syamsuriadi Yang ditangkap bulan  Maret 2017.  Bersama Andi Rivan Munawar alias Afif Agung alias Faruq merencaanakan terror  berupa penyerangan  Pos Polisi. Pada Bulan Agustus 2017, Jeffri mengetahui perencanaan  pembauatan Bom Micro Nuc oleh Kelompok Young Farmer yang akan digunakan untuk menyerang Istana Negara dan PT Pindad.” Tersangka  mengakui terlibat dalam perkara tindak pidana terorisme  berupa pelemparan bom ke Mapolsek  Bontoala, Sulawesi Selatan pada 1 Januari  2018. Mengikuti kegaiatan pelatihan  fisik dalam rangka persiapan aksi( I’dad)  di daerah Curuq Pandawa 5 bersama-sama  Kelompok JAD  Subang pada tanggal 17 Januari 2018.  Muhammad Alias Abu  Umar perna ditangkap pada tanggal 13  Febuari 2016 di Kerawang, Jawa Barat Karena terlibat  dengan kasus peledakan Bom di Jalan Thamrin Jakarta pada tanggal 14  Januari 2016,” jelasnya

 

Lebih lanjut, Setyo merincinya Agung alias Faruq  terkait dalam perkara tindak  Pidana terorisme berupa rencana penyerangan terhadap Mapolres dan Mako Brimob di Toli-toli , Sulawesi Tengah  yang dilakukan oleh kelompok Anshor Daulah Toli-toli yang dipimpin oleh Mahbub dan Syamsuriadi. Kelompok Anshor Daulah  Toli-toli ini berhasil dicegah dengan penagkapan pada tanggal 9 Maret 2017. “Andi Rivan Munawar alias Afif  terkait dalam perkara tindak  pidana terorisme berupa  rencana penyerangan terhadap Mapolres dan Mako Brimob di Toli-toli Selawesi Tengah yang dilakukan oleh kelompok  Anshor  Daukah Toli-toli yang dipimpin oleh  Muhbub  dan Syamsuridi. Menyediakan tempat persembunyian bagi Agung alias Faruq  di rumahnya  di perumahan  Taman Gosyen , Panakukang, Kota Makasaar Sulawesi Selatan  Pada  bulan  April 2017 . Dirumah tersebut  juga  kemudian  Muhammad  Jefrry alias Abu Umar ikut bersembunyi sejak tanggal 22 Desember 2017 sampai  30 Desember 2017,” rincinya.

 

Jadi, Setyo menambahkan pasal yang dipersangkakan pada 3 tersangka Pasal 15 jonto 7  (pemufakakatan melakukan TP)  Terorisme atau  pasal 13  menyembunyikan informasi  terkait TP Terorisme ) Peraturan Pemerintah atau pengganti Undang-undang Republik Indonesia  Nomor 1 Tahun 2002 tentang Pemberantasan  Tindak Pidana Terorisme . “Ini  yang telah  ditetapkan menjadi undang-undang No. 15 Tahun  2003  tentangan Pembelian  Tindak Pidanaan  terorisme menjadi undang-undang Nomor 1 Tahub 2002  tentang  Pemberantasan terorisme menjadi undang-undang,” tambahnya. (VEK)

BNN, Dirjen Bea Cukai dan TNI AL Gagalkan Penyelundupan Narkoba di Batam

web_3

JURNAL123, JAKARTA.
Awal bulan Desember 2017 Badan Narkotika Nasional (BNN) mendapatkan informasi adanya penyelundupan Narkotika dalam jumlah besar yang dilakukan oleh jaringan Taiwan dengan cara menggunakan kapal ikan yang diketahui bernama SHUN DE MAN 66 yang masuk ke Indonesia melalui perairan laut bagian Barat Indonesia (samudra Hindia).
Selanjutnya Badan Narkotika Nasional (BNN) bekerjasama dengan Satgas 115 untuk melakukan pemantauan terhadap kapal ikan bernama SHUN DE MAN 66 di perairan laut bagian Barat Indonesia (samudra Hindia) yang dilakukan oleh Guskamla Armabar TNI Angkatan Laut.
Pada sekitar tanggal 10 Desember 2017 terpantau bahwa kapal ikan SHUN DE MAN 66 posisi berada di pantai Barat Sumatera (Sibolga) dan diperkirakan akan sampai di selatan Selat Sunda pada tanggal 14 Desember 2017 namun kapal menjauh kearah selatan menuju perairan Australia bagian Barat selanjutnya BNN memberikan informasi kepada AFP.
Pada tanggal 21 Desember 2017 mendapat informasi bahwa AFP berhasil menangkap kapal MV Volkaista dengan barang bukti Narkotika jenis Methampetamina (Shabu) sebanyak 1,296 Ton di pantai Hillary’s Marina Australia yang telah menerima barang Narkotika dari Kapal ikan SHUN DE MAN 66.
Pada tanggal 08 Janauri 2018 kapal SHUN DE MAN 66 terpantau posisi di pantai Jurong Singapura dengan mengganti nama menjadi SHUN DE CHIN 14 dan mematikan AIS.
Pada awal Pebruari 2018 BNN mendapatkan informasi kembali adanya penyelundupan Narkotika dalam jumlah besar yang akan masuk ke Indonesia yang diduga dilakukan oleh kapal ikan SHUN DE MAN 66 kembali, kemudian melakukan pemantauan terhadap kapal ikan SHUN DE MAN 66 atau SHUN DE CHIN 14.
Pada tanggal 07 Pebruari 2018 sekitar pukul 14.00 wib KRI SIGUROT 864 dibawah kendali Guskamlabar TNI Angkatan Laut dalam rangka Operasi Pamtas Indosin 2018 melakukan patroli laut di perbatasan perairan Indonesia – Singapura telah menangkap kapal ikan berbendara Singapura bernama SUNRISE GLORY yang memasuki wilayah Perairan Indonesia tepatnya di Selat Philip di perairan Batam.
Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap Nahkoda kapal SUNRISE GLORY didapatkan keterangan bahwa seluruh dokumen kapal berupa fotocopy dan aslinya ada di Malaysia, tujuan kapal SUNRISE GLORY adalah kembali ke Taiwan untuk perbaikan dan kapal dalam keadaan kosong.
Hasil pemeriksaan dokumen terhadap kapal didapatkan beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh kapal SUNRISE GLORY yaitu tidak adanya Sticker Barcode, tidak ada sertifikat kecakapan Nahkoda, tidak ada sertifikat kecakapan KKM, tidak ada surat pelunasan pungutan pajak perikanan dan tidak menyertakan surat/sertifikat yang asli.
Selanjutnya atas perintah Guskamlabar agar KRI SIGUROT 864 mengawal kapal SUNRISE GLORY ke pangkalan (lanal Batam) untuk pemeriksaan lebih lanjut dan kapal SUNRISE GLORY tiba di dermaga Batu Ampar pada pukul 18.30 wib dan diserah terimakan kepada Dan Lanal Batam.
Berdasarkan hasil kordinasi BNN dengan Guskamlabar dan Dan Lanal Batam pada tanggal 09 Pebruari 2018 BNN bersama dengan Bea Cukai Pusat dan Bea Cukai Batam melakukan pengecekan terhadap kapal ikan SUNRISE GLORY di dermaga Batu Ampar dan diketahui bahwa ciri-ciri kapal sama dengan kapal ikan SHUN DE MAN 66 atau SHUN DE CHIN 14.
Selanjutnya berdasarkan hasil koordinasi dengan Dan Lanal Batam kapal SUNRISE GLORY di geser ke dermaga Lanal Batam untuk dilakukan penggeledahan dan melakukan interogasi terhadap ABK kapal SUNRISE GLORY atas nama :

CHEN CHUNG NAN sebagai Kapten kapal.
CHEN CHIN TUN sebagai Nahkoda kapal.
HUANG CHIN NAN sebagai juru mesin.
HSIEH LAI FU sebagai juru mesin.

Pada hari jumat tanggal 09 Pebruari 2018 sekitar pukul 16.00 wib BNN bersama dengan Bea Cukai Pusat/Batam melakukan penggeledahan kapal SUNRISE GLORY di dermaga Lanal Batam.
Pada sekitar pukul 18.00 wib ditemukan barang Narkotika jenis Methampetamina (Shabu) sebanyak 41 (empat puluh satu) karung plastik yang berisi 1.019 (seribu sembilan belas) bungkus plastik dan setelah ditimbang seberat 1 (satu) Ton 37.5 (tiga puluh tujuh setengah) Kilogram.

Barang bukti yang disita :

– Narkotika jenis Methampetamina (Shabu) :
41 (empat puluh satu) karung plastik yang berisi 1.019 (seribu sembilan belas) bungkus plastik bening atau seberat 1.037.581,8 (satu juta tiga puluh tujuh ribu lima ratus delapan puluh satu koma delapan) Gram atau sekitar 1 (satu) Ton 37,5 (tiga puluh tuju setengah) Kilogram.
– 1 (satu) unit Kapal ikan SUNRISE GLORY atau SHUNE DEMAN 66 atau SHUN DE CHIN.
– 4 (empat) buah Handphone Seluler.
– 1 (satu) buah Handphone Satelit.
– 1 (satu) tas berisi foto copy dokumen kapal.

Identitas :
1 (satu) buah PASPOR Taiwan Nomor 303740475 atas nama CHEN CHUNG NAN.
1 (satu) buah PASPOR Taiwan Nomor 308847528 atas nama CHEN CHIN TUN.
1 (satu) buah PASPOR Taiwan Nomor 315915469 atas nama HUANG CHING AN.
1 (satu) buah PASPOR Taiwan Nomor 315265627 atas nama HSIEH LAI FU.

Tersangka terancam Pasal 114 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.(RIL)

Polri Bahas Pengamanan Tempat Ibadah, Bukan Kedatangan Habib Rizieq

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjend  Pol Setyo Wasisto ketika di temui di Mabes Polri, Senin (22/1)2018 Terkait Penembakan Hingga kini terus didalami dan Perlu Tahu Kronologis Penembakan.( Vecky Ngelo/Jurnal123)

JURNAL123, JAKARTA.
Ada dugaaan dilakukannya video conferences untuk membahasa kedatangan Habib Rijiq ternyata tak ada,  Sebenarnya pertemuan itu dilakukan untuk  pembahasan pengamanan tempat ibadah dan tokoh agama. Pasalnya ini dilakukan karena faktanya adanya penganiayaan kepada Tokoh agama. Oleh karena itu Wakappolri memerintahkan seluruh Kapolda dan seluruh kapolres segera mengintensifkan pengamanan tokoh agama dan tempat ibadah. 

Kadiv Humas  Mabes Polri, Irjend Pol Setyo Wasisto ketika di temui kompleks Mabes Polri, Senin (19/2/2018) mengatakan hasilnya tadi rapat, Pagi ini baru selesai acara rapat vicon yang dipimpin oleh bapak wakapolri. Seperti tadi sebagian rekan rekan ikut di dalam ruangan. “Pak wakapolri menegaskan dan mengingatkan terkait pengamanan tempat ibadah dan tokoh agama,” ujarnya.

Selanjutnya, Setyo menegaskan ini menjadi penting karena ada kejadian yang memang faktanya demikian ada penganiayaan kepada tokoh agama tapi kemudian berkembang adanya isu isu yang tidak benar.” Oleh sebab itu diingatkan pak wakapolri utk seluruh kapolda utk mengingatkan kepada seluruh kapolres pengamanan tokoh agama dan tempat ibadah. Demikian hasil rapatnya yang dipimpin wakapolri, tegasnya

Ketika disingung Ini terkait kepulangan rizieq, Setyo menandaskan tidak dibahas. “Belum ada skenario pengamanan, karena tidak dibahas,” tandasnya.

Seirng dengan disorot adanya Telegram Rahasia  kan ada tuh, Setyo menjelaskan
Tidak dibahas masalah itu. Tadi membahas masalah tadi. Tadi hanya paparan dari Polda Jabar, Jatim dan yogya. Tentunya melakukan pendekatan terhadap tokoh agama kemudian untuk kejadian yang sudah berlangsung Mabes Polri membackup memberikan tim juga untuk membantu Polda untuk mengungkap tuntas ini. “ingin saya sampaikan Polri serius untuk mengungkap kasus-kasus ini dengan mengirimkan tim khusus untuk memback up polda Jogja, Jabar dan Jatim. Kemudian teknis dilapangan sudah diarahkan wakapolri secara umum nanti akan dilaksanakan oleh kapolda.,” jelasnya.

Apa benar ada antisipasi mabes polri kepulangan rijik, Setyo mengakui 
Tidak dibahas. Engga  ada. “Kasus Lamongan kiai,
Disampaikan oleh Polda Jatim bahwa Kiai (gak denger) sudah mengklarifikasi. Jadi tidak benar apa yang diberitakan di beberapa media,” akunya. (VEK)

Uber Dikabarkan Menjual Asetnya ke Grab

images(282)

JURNAL123, JAKARTA.
Perusahaan jasa transportasi online Uber dikabarkan sedang bersiap untuk menjual bisnis ride-sharingnya di Asia Tenggara, ke raksasa ride-sharing Grab. Kesepakatan ini akan berupa penjualan aset dengan imbalan berupa saham Grab, seperti melansir Techcrunch yang mengutip laporan CNBC.

Hal ini cukup wajar, karena Grab sendiri sudah jadi penguasa pasar di Asia Tenggara mengalahkan perusahaan asal AS tersebut. Hal ini pun pernah ditempuh oleh Uber ketika di 2016 silam akhirnya menjual bisnisnya di China ke Didi Chuxing yang jadi penguasa pasar ride-sharing di negeri Tirai Bambu tersebut.

Grab sendiri sepertinya tidak ‘memberi tempat’ untuk Uber di Asia Tenggara, pasalnya Grab mengklaim menyebut bahwa dirinya menguasai 95 persen pasar ride-sharing di Asia Tenggara.

Grab sendiri sedang di tengah-tengah menjalani penyelesaian investasi senilai 2,5 milyar dollar dari investor yang salah satunya Softbank.

Kesepakatan antara Grab dan Uber ini merupakan jalan baik bagi Uber untuk menyelesaikan kasus yang baru-baru ini dijeratkan Waymo ke perusahaannya soal rahasia dagang, serta mencapai tujuan terdekat Uber untuk go publik atau IPO.(MER)

Kebijakan Kemudahan TKA Memicu Pengangguran di Indonesia

images(281)

JURNAL123, JAKARTA.
Rencana pemerintah mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait kemudahan izin kerja bagi Tenaga Kerja Asing (TKA) ditolak buruh. Kebijakan tersebut dinilai akan meningkatkan jumlah pengangguran di dalam negeri. Maraknya investasi asing tidak akan dirasakan rakyat.

Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Tim­boel Siregar mengatakan, pengelolaan masuknya TKA telah diatur dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan di pasal 42 sampai pasal 49. Selain itu, ada juga Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 16 Tahun 2015 tentang Tata Cara Penggunaan Tenaga Kerja Asing. 

Ini artinya, kata Timboel, hadirnya Perpres makin mem­perlonggar masuknya TKA. “Perpres sebaiknya dibatalkan. Karena, tidak ada hubungannya dalam menciptakan lapangan pekerjaaan maupun mengurangi tingkat pengangguran dalam negeri,” katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Menurut Timboel, apabila Perpres benar dikeluarkan, ada kemungkinan kementerian dan lembaga terkait dapat memotong tahapan rekomendasi izin TKA sehingga prosesnya menjadi lebih cepat. Kondisi itu mem­berikan kemudahan bagi TKA untuk masuk ke Indonesia. 

Padahal, dalam catatannya sudah ada 70 ribu TKA masuk ke Indonesia. 30 ribunya be­rasal dari China. Sayangnya, masuknya TKA tidak berimbas besar pada kenaikan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang seharusnya bisa didapatkan dari biaya TKA yang nilainya mencapai Rp 1,09 triliun per tahun. 

“Meningkatnya TKA asal China karena semakin banyak perusahaan asal China yang berinvestasi di Indonesia dan meningkatnya juga jumlah utang luar negeri kita ke China,” ujarnya. 

Melihat data angka pengang­guran yang masih tinggi, mun­culnya Perpres TKA jelas sangat merugikan. Karena, kata dia, dapat menutup kesempatan kerja bagi tenaga kerja Indo­nesia. 

Ekonom Institute Develop­ment of Economics and Fi­nance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara melihat jika pemerintah terlalu liberal dalam me­mutuskan kebijakan bagi TKA. Angka penyerapan tenaga kerja lokal semakin kecil. 

Menurut dia, realisasi investasi yang tumbuh 13,1 persen pada 2017 hanya mampu me­nyerap 216 ribu tenaga kerja. Disamping itu, 60 persen rasio angkatan kerja lokal didominasi pekerja dengan tingkat pendidikan SMP. 

“Itu yang perlu diwaspadai persaingan dengan tenaga kerja asing akan kalah. Perbedaan ahli dan pekerja kasar pun harus dipertegas. Jangan sampai kri­teria menjadi terlalu mudah sehingga pekerja kasar yang banyak substitusinya di Indone­sia dimasukkan dalam kriteria tenaga kerja ahli,” ujarnya. 

Menurutnya, pemerintah tidak perlu mendatangkan secara langsung tenaga ahli luar negeri. Karena, di era digital, komunikasi dapat dilakukan tanpa harus bertatap muka. 

“Cara kerja itu lebih efektif dan selaras dengan era digital,” jelasnya. 

Sebelumnya, Menteri Koor­dinator bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, pemerintah memutuskan untuk menerbitkan Perpres terkait ke­mudahan izin kerja bagi TKA. Hal ini sebagai tindak lanjut instruksi Presiden Jokowi yang meminta para pembantunya untuk memudahkan jalur in­vestasi, jalur ekspor hingga TKA ahli ke Indonesia. 

Darmin mengatakan, rencana Perpres tersebut masih dibahas sampai saat ini. Sejumlah kom­ponen yang masih perlu dikaji kembali antara lain mengenai izin tinggal dan rekomendasi kerja dari kementerian dan lem­baga terkait. 

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengaku sudah berkoordinasi dengan kementerian dan lem­baga untuk menghilangkan tahap rekomendasi izin TKA sehingga prosesnya bisa menjadi lebih cepat. 

“Kemarin itu kan masalahnya rekomendasi-rekomendasi dari sektor kan. Ya sudah keputusan akan itu akan diikuti, laporan yang saya terima itu kan katanya bakal dihilangkan. Itu nantinya sudah akan lebih cepat,” jelas Hanif.(RAM)

UU MD3 Jadikan DPR “Perkasa”

17295460102-fot0111780x390.JPG

JURNAL123, JAKARTA.
Sorotan publik saat ini terkait UU MD3 yang menuai kontroversi. Sudah dua hari sejak Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD (UU MD3) disahkan, namun reaksi keras publik belum juga surut. Bahkan, revisi UU yang baru saja disahkan itu langsung akan digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) oleh koalisi masyarkat sipil. Apa salah dan dosa mu, UU MD3?

Mari kita selami logika yang dibangun dari beberapa pasal yang kini menjadi sorotan publik.

Dalam revisi UU MD3, pasal 73 mewajibkan polisi membantu memanggil paksa seseoarang yang akan diperiksa DPR, namun enggan datang. Ketentuan ini ada lantaran DPR punya pengalaman buruk. Salah satunya yakni ketika KPK tak mau datang saat dipanggil oleh Pansus Angket DPR.

Dengan adanya penambahan frase wajib dalam Pasal 73, DPR berharap tugas-tugasnya bisa berjalan lebih lancar. Bahkan, UU MD3 memperbolehkan Kepolisian untuk menyandera selama 30 hari orang-orang yang tidak mau datang ke DPR.

Kenapa wakil rakyat begitu mengerikan untuk rakyatnya sendiri?

Di sisi lain, DPR pula punya kewenangan untuk menolak seseorang hadir dalam rapat-rapat di DPR. Dalam kasus Angket Pelindo II misalnya, DPR mengeluarkan rekomendasi menolak hadirnya Menteri BUMN dalam rapat-rapat di DPR. Artinya, di satu sisi DPR punya kewenangan memanggil paksa seseorang, di sisi lain justru bisa juga menolak seseorang datang ke DPR.

Namun yang lebih mengkhawatirkan, DPR melalui Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) bisa memperkarakan orang-orang yang tidak mau hadir saat dipanggil DPR ke penegak hukum.

Selanjutnya, ada pula Pasal 122 yang membuat DPR, kembali melalui MKD, bisa mempidanakan orang-orang yang dianggap merendahkan DPR dan pribadi anggota DPR.

Tujuan pasal ini yakni untuk menjaga marwah dan kehormatan DPR sebagai lembaga tinggi negara dan pribadi anggota DPR sebagai pejabat negara. Pasal ini menandakan kembali hidupnya pasal penghinaan peninggalan Belanda yang disebut Haatzaai Artikelen. Namun, dilihat dari sejarahnya, pasal itu berlaku untuk simbol negara.

Pertanyaanya lagi, apakah DPR atau anggota DPR adalah simbol negara?

Penting untuk diingat, MK dalam putusanya Nomor 013-022/PUU-IV/2016, membatalkan pasal penghinaan kepada Presiden dan Wakil Presiden lantaran dianggap bertentangan dengan semangat demokrasi.

Di Indonesia sendiri, batas presiden sebagai kepala negara (sebagai simbol negara) dengan kepala pemerintahan sulit dipisahkan. Lantaran hal itu pula, MK membatalkan pasal tersebut.

Lantas kenapa DPR memunculkan pasal itu? bahkan untuk dirinya sendiri.

“Ini kok tiba-tiba anggota DPR menganggap mereka sebagai simbol negara yang harus dilindungi. Ini yang menurut saya agak melompat (pemikirannya),” kata Pengamat politik Lingkaran Madani Indonesia Ray Rangkuti.

Anehnya lagi, kalau boleh dibilang seperti itu, beberapa anggota DPR dengan lantang menolak pasal penghinaan untuk Presiden dan Wakil Presiden hidup lagi di RKUHP.

Namun saat pasal itu diberlaku untuk DPR, para anggota DPR menerimanya dengan lapangan dada. Bagaimana ya?

Di pasal ini pula, lagi-lagi DPR membawa MKD menjadi alat anggota DPR untuk melaporkan orang-orang yang dianggap merendahkan DPR dan pribadi anggotanya.

Ada pula Pasal 245 yang mengatur bahwa pemeriksaan anggota DPR harus dipertimbangkan MKD terlebih dahulu sebelum dilimpahkan ke Presiden untuk pemberian izin bagi aparat penegak hukum.

Bukankah semua orang kedudukanya sama di depan hukum? Kenapa pemeriksaan hukum anggota DPR harus atas pertimbangan MKD?

Apalagi MK juga sebelumnya sudah digugurkan pasal tersebut. Berdasarkan prinsip kesamaan di depan hukum, MK menilai pemeriksaan hukum anggota DPR tidak perlu atas izin MKD. Namun, DPR membangkitkan lagi pasal tersebut.

“UU MD3 ini logikanya sudah salah kaprah sama sekali dan kita jadi gagal paham bagaimana memahami memahami cara berpikir DPR ya?,” kata Koordinator Komite Pemilih Indonesia (TePI) Jeirry Sumampow.

“Saya kira UU ini semata-mata untuk kepentingan politik. Jadi ini memang alat memperkuat diri mereka dan melindungi mereka dari segala upaya yang bisa merongrong kewenanagan mereka,” sambungnya.(KOM)

BNN- Bea Cukai Ungkap Jaringan Sabu-Ekstasi

Menteri Keuangan, Sri Mulyani saat mengungkapkan 110,8 kg dan 18.300 ekstasi serta penahanan 12 tersangka di gedung Kementerian Keuangan di dampingi anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan, Kepala BNN Komjen  Pol Budi Waseso,  Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi, Deputi Pemberantasan BNN Irjend Pol Arman Depari dan Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi. ( Vecky Ngelo/ Jurnal123)

Menteri Keuangan, Sri Mulyani saat mengungkapkan 110,8 kg dan 18.300 ekstasi serta penahanan 12 tersangka di gedung Kementerian Keuangan di dampingi anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan, Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso, Dirjen Bea Cukai Heru Pambudi, Deputi Pemberantasan BNN Irjend Pol Arman Depari dan Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi. ( Vecky Ngelo/ Jurnal123)

JURNAL123, JAKARTA.
Upaya pemberantas  dan pengungkapan Narkoba yang dilakukan kerjasama Bea Cukai dan Badan Nasional Narkotika (BNN) terus terjalin mampu mengungkapkan dan berhasil mengamankan 110,8 kg Sabu dan 18.300  butir Ekstasi. Pengungkapan jaringan Medan dan Aceh berhasil menanahan 12 tersangka  dimana  pengendalinya dari LP, dari barang berbahaya ini berhasil menyelamatkan 600 ribu orang

 

Menteri keuangan, Sri mulyani  kerika di tenui di  Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat , Jumat( 9/2) 2018 mengatakan ini luar biasa kami menyampaikan kepada masyarakat mengenai upaya bersama membongkar 49 kasus penyeludupan kasus narkoba. Sebetulnya yang  menyedikan dari beberapa saat yang lalu media juga  waktu itu mengkaver kami BNN di kantor Bea Cukai  sekarang ini berapa waktu kami menyampaikan kepada publik bahwa Direktorat Bea dan Cukai bersama BNN telah berhasil mengamankan lebih dari 110, 8 kg  metamitamin (sabu) dalam Bahasa Indonesia dan18.300 butir Ekstasi.” Penanganan ini adalah kerja sama antara BNN bersama-sama dengam Bea dan Cukai yang melakukan penangkapan jaringan penyelundup narkotika di kawasan Aceh dan Medan,” ujarnya.

 

Selanjutnya, Sri Mulyani menegaskan jumlah barang bukti yang jumlah besar ini menunjukan bahwa Indonesia telah menjadi Betul Desinasi dari baranh-barang berbahaya ini.”  Frekuensi makin  hari makin fantatis sehingga membutuhkan pengawasan pemimpin  yang makin ketat dari apparat hokum dan kita berterima kasih kita mendapatkan dukungan juga dari DPR Untuk melakukan Suatu tugas yang luar biasa penting dan berbahaya. Mungkin saya memberikan sedikit komunikasi breevnya dan nanti pak Bambang dan pemimpin komisi Juga menambahkan,” tegasnya .

 

Untuk itu, Sri Mulyani menjelaskan kronologis sebagai berikut Pada hari sabtu pada tanggal 20 Januari 2018 yang lalu petugas Bea dan Cukai , BNN Pusat dan BNNP Aceh bersama-sama dengan BNN kota Langsa berhasil mengungkap peredaran gelap sabu di wilayah Asia Timur.” Pengungkapan kasus ini berawal dari infomasi asal dari masyarakat dan kami berterima kasih yang saya sampaikan sebelumnya masyarakat ini memiliki peranan yang  luar biasa penting. Informasi masyarakat yang melihat sesuatu tindakan yang mencurigakan dan juga mengkombinasikan penyelidikan intelejen bahwa ada penyelundupan barkotika yang dilakukan sindikat narkotika jaringan Aceh Padang. Ini awalnya dari Malaysia masuk ke Indonesia perairan aceh dengan menggunakan perahu motor ,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Sri Mulyani merinci dari penindakan ini tugas yang bisa menangkap Inisial MI (27) warga Lhokseumawe dan mengamankan  7 bungkus Sabu  seberat 7,2 kg ,juga 3 bungkus ekstasi sebanyak 300 butir . barang tersebut disimpan milik tersangka saat dia mengendarai sepeda motor. Dari pengembangan penyidikan petugas berhasil mengamankan tersangka lain inisialnya adalah AF(28) lagi-lagi dari warga Lhokseumawe. “ Tiga hari dari tanggal 20 Januari 2018 tadi tanggal 23 Januari petugas Bea dan Cukai dan BNN mendapatkan informasi bahwa  akan ada transaski narkoba di kawasan Batubara Sumatera Utara. Maka petugas menangkap tersangka menangkap tersangka berinisial B( 43) yang kedaatan membawa 2 bungkus sabu seberat 1,05 kg dan 1,03 kg dikawasan Perkebunan  Sei Batubara Sumatera Utara,” rincinya.

 

Sesuai pengembangan, Sri Mulyani mengakui  berdasarkan keterangan dari tersangka tersebut 1 bungkus sabu akan diserahkan kepada orang yang berinisial H. Petugas kemudian secara gabungan melakukan control delivery dan berhasil mengamankan  H (33) di kantor Pos Batu bara dan mengamankan sabu sebesar 1,3 kg. Petugas Bea dan Cukai dan BNN mengamankan  seorang  tersangka lain inisial S (31) dan barang  bukti sabu sebesar  2,06 kg di daerah Tanjung Tiram,Suamtera Utara. “Tindakan yang dilakukan di Sumatera Utara tersebut melalui petugas gabungan berakhir menangkap DS (47) yang kedapatan membawa 20 bungkus sabu seberat 21, 22 kg ini terjadi 4 hari kemudian 27 Januari 2018. Dua hari kemudian pada tanggakl 29 Januari diamankan lagi M (49) ,A (26) melakukan transaksi narkoba di daerah KM 12 jalan  Medan Binjai, Sumatera Utara.  Barang bukti sebesar 31,21 kg  dan ekstasi sebanyak  18.000 butir,” Akunya.

 

Hingga kini pendalaman, Sri Mulyani  menandaskan dari keterangan A yang ditangkap itu  ada lagi karung berisi sabu yang akan diserahkan kepada B(39). Berdasarkan informasi tersebut petugas petugas mengamankan B di pinggir jalan Unjung Tol Balmera Sumatera utara dengan barang bukti sabu seberat 31,2 kg. Dimana-mana terjadi kita tidak bicara lagi gram tetapi bicara puluhan kg . Dengan hasil pengembangan ini petugas mengamankan  J(41) di kawasan Yos Sudarso Medan,Sumatera Utara. “Pengungkapan kasus penyelundupan narkoba kembali dilakukan lagi terakhir pada 30 Januari 2018 di daerah Aceh Utara. Sekali lag Bea dan Cukai dan BNN berhasil mengamankan dua orang tersangka inisial SA dan MA dengan bukti sabui seberat 15,9 kg. Petugas Gabungan berhasil mengamankan terangka yang diperoleh informasi dari masyarakat. Petugas mengikuti dua tersangka yang disinyalir akan  mengambil sabu dari seorang di daeraah Lhok Sukon, Aceh ,” tandasnya.

 

Pengembangan itu, Sri Mulyani menambahkan  dari pengeledahan berhasil menemukan sabu 1 karung berisi 15 bungkus the China beratnya 15 kg yang disembunyikan bentuknya dikubur oleh tersangka SA tersebut. Barang tersebut diamankan oleh BNN dan untuk diproses dengan ketentuan hukum  dan para tersangka terjerat pasal 14 :ayat 2 , pasal 132 ayat 1 ,pasal 112 ayat satu, Pasal 132 ayat 1 Undang-udang No 35 tahun 2009 tentang narkoba . Demikian yang disampaikan secara total. “Ini kita mendapatkan  dengan erselang dua hari dua hari. Dan ini menunjukan Indonesia terus menerus daerah  yang menjadi target .Saya berterima kasih semua  yang telah bekerja berat bersama-sama teman-teman BNN kerjasama luar biasa baik antara bea cukai BNN dan kita berharap ini akan terus dikembangkan untuk menjagaNegara Republik Indonesia,” tambahnya.  

 

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional(BNN ) Pusat,  Komjen Pol Budi Waseso  mengatakan   Khusus teman wartawan yang saya tambahkan 10 hari kita bekerja untuk mengungkap kasus ini kita dapatkan  jumlah yang cukup luar biasa 110,8 kg sabu dan 18.000 butir ekstasi. Inialah nyag bisa ungkap dan sebenarnya jaringannya ini yang pertana bagaimana kita bias mengungkap jaringan  Malaysia melalui Medan dan Aceh. Di Medan sekali dan di Aceh dua kali kita beroperasi. Berkali-kali kita berada diTempat Kejadian perkara (TKP) yang berbeda.” Menangkap 12 tersangka, yang sangat miris kami berulang kali jangan ucapan sebagai Kepala BNN menjadi kambing hitam dari permasalahan masyarakat juga paham bahwa sampai hari ini kasus ini melibatkan pelaku yang sudah dua kali vonis hukuman mati di Lapas dan dia yang mengendalikan ,dia yang terlibat dalam pemesanan ini ,” ujarnya.

 

Dari data yang ada, Budi Waseso menandaskan  dia sudah putus hukuman mati ini diajukan kembali hukuman mati yang ketiga, inilah hukuman mati yang tidak mati-mati. Tidak ada efek jerah buat yang lainnya bandar-bandar yang lain mencontohindoneisa dari pelaku yang satu ini mengenadalikan jaringa-jaringan ini bekerja. Dan pelaku ini sudah vonis hukuman mati sudah dua kali , ini akan ketiga kali dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) sebenarnya dia sudah kita lakukan TPPU nilainya hamper 2 Triliun, ternyata  masih punya kekuatan biasa dari jaringan ini.” Yang disampaikan kita tidak pernah lelah dan berhenti tugas-tugas kita  akan generasi bangsa Indonesia. Ya kita menyelamatkan anak-anak bangsa Indonesia dan menyangkut nasib Indonesia kedepan, mana kala ini gagal generasi bangsa Indonesia ini juga gagal dalam bentuk kwalitas,” tandasnya.

 

Sesuai perkembangan, Budi Waseso menjelaskan  rekan-rekan dari semua ini yang kita amankan dari rekan-rekan barang bukti ini ada ekstasi dan sabu ya kurang lenih kita menyelamatkan 600 ribu manusia yang kita selamatkan  bayangkan nyawa manusia yang sebanyak ini 600 ratus orang ini tidak bias dinilai seberapapun. Ini merupakan kepedulian kita bersama dan saya salut dan bangga karena masyarakat sudah mulai merespon ,semangat masyarkat untuk memerangi narkoba sudah kelihatan dimana masyarakat aktif memberikan informasi baik itu ke BNN dan Bea Cukai sehingga kita berhasil uangkap jaringan-jaaringan ini dengan modus macam-macam ada yang ditanam dulu didalam Tanah, nanti kalau sudah baru dibawa kan mereka sudah tersebar ya. “Rekan-rekan sekali modus ini akan selalu berubah ya mungkin kita temukan ini dikirim berupa majalah atau buku ,kita lihat ada narkotikanya. Lembaran ini sebenarnya kertas ini adalaarkotik setelah kita teliti di laboratorium kita . Satu lembar itu bisa dipakai 2 ribu pil ekstasi kita tunggu lembarannya berapa . Ini jadi ekstasian seperti yang kita temukan didepan ini hijau dan orange itu dan pink itu kwalitas 1, kalau ini sudah tercampur disini ini sudah diracik dan dindonesia juga di campur bahan yang tapi  yang kita temukan dengan modus baru yang bentuk dari kertas tadi itu kwalitas unggul atau kwalitas 1 alias Super,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Budi Waseso merincinya yang sekarang ini jaringannya kerjanya seperti ini  teman-teman ikut betul-betul mengawasi dilapangan wilayah mana kemungkinan tempat peredaran narkotika dan yang kemarin yang kita temukan ekstasi cair di diskotik MG itu satu model-model baru, bagaimana dia mengelabui apparat seakan-akan ini bukan narkotik ini aqua kemarin yang kita temukan tetapi ini  ekstasi cair yang satu botol seperti ini percis dikonsumsi 4 orang harganya Rp 400 Ribu dan dipakai patungan  dan modusnya terus berkembang rekan-rekan sekalian ya sehingga kami dari BNN dan Bea Cukai mengikuti modus-modus baru yang dia lakukan dan kita data terus yang akan berulang.” Nanti akan kembali kepada modus yang lama lagi,setelah kita terlena dengan modus-modus yang baru itu. Ini yang  perlu dipahami teman-teman karena memang jumlahnya banyak kalau kita juga dalam proses peradilan putusannya hukuman mati pasti hukuman mati kecuali ada keriangan luar biasa tetapi hukuman tapi sampai saat ini yang putusan mati tidak pernah mati ini terulang. Seperti kasus Almarhum Freddy Budiman , dia juga sudah putusan mati sudah tiga kali hukuman mati tetapi tidak mati-mati,” rincinya.

 

Itu sebabnya, Budi Waseso menadaskan  Ya, harus dikasih tau di paksa dulu baru ada hukuman mati . Nah kita disulitkan seperti ini kepolisian yangmmelakukan pemutusan jaringan kita dihindari dengan jaringan-jaringan yang tetap bekerja. Sekali lagi saya sampaikan 50 persen perdaran narkoba dikenkendalikan dari dalam lapas itu fakta.” Ya sekali ini bukan omong kosong bahkan 90 persen lebih kasus yang ungkap selama tahun 2017 itu melibatkan Lapas. Nanti ada yang Tanya dan ada jawab dikuiti lagi untuk kepentingan-kepentingan yang menjwab dari persoalan-persoalan kita selesaikan bersama-sama,” tandasnya.

 

Lebih lanjut, Budi Waseso menamnahkan Ya nanti Tanya jagoan satu yang nomor dua dari sini ,jagoan 1 dia merasa kebal tidak mingkin saya mati. Ya. Hukumannuasudah dua kali dan dia berusaha menyuap saya . Kurang dia menyuap saya hanya Rp 4 Miliar.  Ya saya engga mau kalau Rp 4 Triliuan ya mikir-mikir dulu. Ya penawarannya Rp 8 Miliar tetapi diaksih cas Rp 4 Milir itu tetapi tidak langsung kepada Kepala BNN melalui perantara coba kalau langsung kepada saya .” Karena dia aman maka dia nyaman dia berbuat lagi, karena waktu itu pada saya dia sudah hukuman mati yang pertama . Ketangakap sama saya kasus di Medan dia berusaha menyuap tidak berhasil karena kurang yang Rp 4 Miliar di kredit.  Jual narkoba putusannya mati hukuman mati buat lagi, dia berupaya menyuap lagi tetapi kepada kepala BNN yag mau pension,” tambahnya. (VEK)

 

 

 

 

 

 

Mantan Dirut Pertamina Diperiksa Kejaksaan

Mantan Dirut Utama Pertamina , Keren Agustiawan (Vecky Ngelo/Jurnal123)

Mantan Dirut Utama Pertamina , Keren Agustiawan (Vecky Ngelo/Jurnal123)

JURNAL123, JAKARTA.
Terkait dengan pemeriksaan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung memeriksa mantan Direktur Utama PT Pertamina Persero Galaila Karen Agustiawan, Jumat (9/2) 2018. Pemeriksaan itu terkait dugaan korupsi Penyalahgunaan Investasi pada PT. Pertamina (Persero) di Blok Basker Manta Gummy (BMG) Australia Tahun 2009

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Muhammad Rum ketika ditemui di Kejagung  Jumat (9/2) 2018 mengatakan, dalam pemeriksaan, Karen diminta menjelaskan soal awal mula proyek tersebut bisa terlaksana.”Karen Agustiawan menerangkan mengenai proses keputusan terkait proyek untuk lapangan minyak Blok BMG Australia,” ujarnya.

Selanjutnya, Rum  menegaskan untuk status Karen dalam kasus ini masih sebagai saksi. Selain Karen, penyidik juga memeriksa Asisten Manager Corporate PT Pertamina Dini Nurhayati dan Manager Legal Bisnis Development PT Pertamina Cornelius Simanjuntak.”Dalam pemeriksaan tersebut, Dini menerangkan ulasan atas usulan dari Direktorat Hulu dalam proyek Blok BMG Australia. Sementara Cornelius menerangkan soal ulasan atas kontrak kerja (self purchase agreement) antara PT Pertamina dengan pihak penjual minyak,” tegasnya.

Untuk itu, Rum menjelaskan kasus ini bermula dari kegiatan akuisisi oleh PT Pertamina berupa pembelian sebagian asset (Interest Participating/ IP) milik ROC Oil Company Ltd di lapangan Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada 2009. Nilainya sekitar 31.917.228 dollar AS.”Dalam pelaksanaanya, ditemui dugaan penyimpangan dalam pengusulan Investasi yang tidak sesuai dengan Pedoman Investasi dalam pengambilan keputusan investasi. Sebab, tidak dilakukannya Feasibility Study (kajian kelayakan) berupa kajian secara lengkap atau Final Due Dilligence dan tanpa adanya persetujuan dari Dewan Komisaris,” jelasnya.

Lebih jauh, Rum merincinya hal ini mengakibatkan peruntukan dan penggunaan dana sejumlah 31.492.851 dollar AS serta biaya-biaya yang timbul lainnya sejumlah 26.808.244 dollar Australia tidak memberikan manfaat ataupun keuntungan kepada PT. Pertamina untuk penambahan cadangan dan produksi minyak nasional.”Justru hal ini berdampak pada kerugian keuangan negara, khususnya PT Pertamina sebesar 31.492.851 dollar AS dan 26.808.244 dollar Australia. Jika dikonversi ke rupiah setara Rp 568,066 miliar,” rincinya.

Hingga kini, Rum menandaskan dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan mantan Manager Merger & Acquisition (M&A) Direktorat Hulu PT. Pertamina berinisial BK sebagai tersangka.” Tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP,” tandasnya. (VEK)