Sejumlah Pimpinan Tinggi BNN Dilantik

Sejumlah Pimpinan Tinggi BNN Dilantik

Jurnal123 – Sejumlah pejabat pimpinan tinggi di lingkungan BNN hari ini dilantik secara langsung oleh Kepala BNN, di ruang rapat lantai 7, Jumat (16/11). Adapun para pejabat baru yang dilantik antara lain More »

Bareskrim Siap Tindak Tegas Penimbun Bahan Pokok dan BBM Jelang Natal Tahun Baru

Bareskrim Siap Tindak Tegas Penimbun Bahan Pokok dan BBM Jelang Natal Tahun Baru

Jurnal123.com – Menjawab kebutuhan 9 bahan pokok dan BBM secara cermat, Bareskrim terus mengawal pihaknya akan tegaspihaknya akan melakukan penegakan tegas kepada para penimbun kebutuhan bahan pokok dan BBM jelang perayaan Natal More »

Setyo Wasisto Meminta Maaf dan Ajak Wartawan Dukung Brigjen Muhammad Iqbal

Setyo Wasisto Meminta Maaf dan Ajak Wartawan Dukung Brigjen Muhammad Iqbal

Jurnal123.com – Serah terima Kadiv Humas Polri Irjend Pol Setyo Warsito kepada Brigjend Pol Muhammad Iqbal  digelar di Mako Brimob, Rabu(14/11)2018. Setelah menyerahkan jabatan  meminta maaf bila ada kesalahan dan kehilafan. Berharap More »

Basarnas : Pencarian Pesawat Lion Air Totalnya Ditemukan 196 Kantong Jenazah

Basarnas : Pencarian Pesawat Lion Air Totalnya Ditemukan 196 Kantong Jenazah

Jurnal123.com – Sampai hari terakhir pencarian sabtu(10/11/2018) terhadap pesawat Lion Air JT 610 berhasil ditemukan total 196 kantong jenazah berisi bagian tubuh korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP penerbangan JT 610 telah More »

Jokowi Pimpin Upacara Hari Pahlawan di TMP Cikutra Bandung

Jokowi Pimpin Upacara Hari Pahlawan di TMP Cikutra Bandung

Jurnal123.com – Peristiwa Hari Pahlawan kali ini berbeda dari biasanya bagi Kepala Negara. Presiden Joko Widodo (Jokowi) memimpin upacara peringatan Hari Pahlawan Nasional di TMP Cikutra, Bandung, Jawa Barat. Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 More »

 

MA Tinjau Sistem Manajemen Aplikasi Keluarga Terintegrasi di Singapura

Jurnal123.com – Hari ketiga (Kamis, 15/11/2018) kunjungan studi banding Mahkamah Agung ke Singapura diisi dengan kunjungan ke Pengadilan Keluarga Singapura. Sistem Pengelolaan Perkara Elektronik (Electronic Case Management System) dan iFAMS (Integrated Family Application Management System) menjadi fokus utama yang disuguhkan oleh pengadilan keluarga di Kota Singa (The Lion City) tersebut.

Dua hakim distrik (district judges) masing-masing Miranda Yeo dan Colin Tan memaparkan dua tema penting tersebut kepada tim dari Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Family Justice Courts of Singapore (FJC) sebagaimana disebutkan dalam laporan tahunan tahun 2017 yang bertajuk Strengthening The Fundamentals merupakan nama kolektif dari lembaga-lembaga pengadilan yang terdiri dari Pengadilan Remaja (Youth Court), Pengadilan Keluarga (Family Court), dan Pengadilan Tinggi Divisi Keluarga (Family Divison of the High Court).

Youth Court berwenang memeriksa kasus-kasus yang berkaitan dengan anak-anak dan remaja. Pengadilan ini sebelumnya bernama Juvenile Court di bawah Civil Division State Court of Singapore.

Berbeda dengan Youth Court, Family Court memeriksa semua perkara keluarga kecuali kasus di bawah Undang-Undang Remaja, yang diperiksa oleh Pengadilan Remaja. Pengadilan ini juga sebelumnya berada dibawah civil division State Court of Singapore.

Adapun Divisi Keluarga pada High Court terutama memeriksa pengajuan banding terhadap putusan yang dikeluarkan oleh Pengadilan Keluarga dan Pengadilan Remaja.

Sistem Manajemen Aplikasi Keluarga Terintegrasi

Keseluruhan aplikasi yang dikembangkan oleh Family Justice Court (FJC) Singapura dikelola secara terintegrasi dalam sebuah sistem manajemen aplikasi yang disebut dengan Sistem Manajemen Aplikasi Keluarga Terintegrasi (The Integrated Family Application Management System).

Sistem Manajemen Aplikasi Keluarga Terintegrasi atau yang disingkat iFAMS adalah sistem komprehensif yang terutama berkaitan dengan aplikasi-aplikasi untuk kasus-kasus perlindungan dan pemeliharaan keluarga yang diajukan ke Pengadilan Keluarga.

Dengan sistem ini, perkara dikelola dengan tidak menggunakan kertas cetakan (paperless) dan dikembangkan sebagai basis untuk aplikasi-aplikasi yang terkait keluarga yang dapat dikembangkan ke depan untuk memasukkan aplikasi-aplikasi yang terkait dengan perkara keluarga lainnya.

Sistem manajemen aplikasi ini mencakup pendaftaran perkara secara elektronik, penelusuran, alur kerja, pemeriksaan perkara, surat elektronik, putusan pengadilan dan laporan statistik.

Beberapa gambaran dari iFAMS, sebagaimana diuraikan oleh Miranda dan Colin adalah sebagai berikut. Pertama, sistem ini memungkinkan pengguna untuk mempersiapkan permohonan untuk perlindungan dan pemeliharaan (anak) secara elektronik.

Kedua, memungkinkan muliti-pengguna melihat perkara yang didaftarkan pada saat bersamaan.

Ketiga, pemberitahuan, pemanggilan dan putusan dihasilkan secara otomatis sehingga dapat mengirit waktu memproses perkara, mengurangi biaya dan meminimalisir faktor kesalahan manusia (human errors).

Keempat, memungkinkan pengguna mengajukan permohonan perubahan tanggal sidang, memberikan informasi kepada pengguna melalui SMS, dan lain-lain.

Kelima, memmungkinkan pengguna untuk mengecek status perkara, menyerahkan laporan, bukti-bukti dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan perkara serta memungkinkan pengguna untuk meminta salinan dokumen-dokumen perkara sebelum dan setelah perkara selesai.

Keenam, memungkinkan pengguna untuk melakukan pembayaran biaya perkara yang telah ditentukan secara online tanpa tunai.

Selain itu, tim studi banding Mahkamah Agung juga disajikan contoh-contoh dokumen serta keseluruhan fitur yang tersedia dalam iFAMS.

Bahan Pengembangan E-Court di Indonesia

Setelah menyimak pemaparan kedua hakim district tersebut, Sekretaris Mahkamah Agung, A. S. Pudjoharsoyo, S. H., M. Hum mengungkapkan harapannya agar dengan kegiatan ini dapat diperoleh pembelajaran (lesson learned) bagi pengembangan aplikasi e-court di Indonesia.

“Kita berharap apa yang kita lihat disini dapat dijadikan bahan yang berharga untuk mengembangkan aplikasi e-court di Indonesia,” ujar Pudjoharsoyo optimis.

Selaku penanggung jawab pengembangan aplikasi e-court, Pujdoharsoyo berkomitmen untuk mengambil langkah-langkah strategis guna percepatan implementasi aplikasi e-court di badan peradilan Indonesia. (Jimmy)

Sumber : Humas MA M.Noor

Sejumlah Pimpinan Tinggi BNN Dilantik

Jurnal123 – Sejumlah pejabat pimpinan tinggi di lingkungan BNN hari ini dilantik secara langsung oleh Kepala BNN, di ruang rapat lantai 7, Jumat (16/11). Adapun para pejabat baru yang dilantik antara lain : Sekretaris Utama, Deputi Rehabilitasi, Kepala BNNP NTB, Kepala BNNP Banten dan Kepala Biro Umum Settama BNN. 

Kepala BNN, Komjen Pol Drs. Heru Winarko, S.H.

Di hadapan para pejabat yang baru, Kepala BNN, Drs. Heru Winarko, S.H. menitipkan sejumlah pesan penting untuk dipedomani. Kepada Drs. Adhi Prawoto,S.H. selaku Sestama yang baru, Kepala BNN mengulas secara ringkas tentang pentingnya membangun kultur bekerja di lingkungan BNN. Selain itu, kepada Deputi Rehabilitasi yang baru, yaitu Dra. Yunis Farida Oktoris, M.Si, Kepala BNN menekankan, bahwa ke depannya deputi rehabilitasi tidak hanya berfokus pada balai rehab yang ada di BNN saja, akan tetapi membangun jejaring yang lebih luas lagi dengan instansi lain agar nantinya bisa melakukan supervisi ke semua tempat rehabilitasi yang ada di Indonesia. 

“Hal ini bukan berarti kita mengendalikan, tapi kita lakukan konsolidasi,” imbuh Jenderal Bintang Tiga tersebut. 

Dalam pelayanan rehabilitasinya, Kepala BNN menginginkan ke depan agar penanganan pecandu itu harus spesifik. Artinya, pecandu narkotika jenis ekstasi, shabu, atau yang lainnya ditangani sesuai dengan jenisnya secara khusus. 

Persoalan data pecandu juga menjadi salah satu sorotan Heru Winarko. Menurutnya, deputi rehabilitasi akan lebih berperan banyak dalam mengumpulkan data pecandu secara riil hingga ke desa-desa. 

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNN, Drs. Heru Winarko, S.H. juga memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya pada pejabat yang telah memasuki masa purna atas prestasi kinerja yang telah ditorehkan saat menjabat. 

Mengakhiri sambutannya, Kepala BNN mengingatkan bahwa segala daya dan upaya yang dilakukan dalam penanggulangan masalah narkoba merupakan ibadah. 

Adapun para pejabat yang dilantik hari ini antara lain, 

• Drs. Adhi Prawoto S.H. sebagai Sekretaris Utama BNN

• Dra. Yunis Farida Oktoris, M.Si sebagai Deputi Rehabilitasi BNN

• Tantan Sulistyana, S.H., S.I.K sebagai Kepala BNNP Banten

• Muhamad Nurochman, S.I.K sebagai Kepala BNNP Nusa Tenggara Barat

• Drs. Edy Supradi, S.H., M.H. sebagai Kepala Biro Umum Settama BNN(JIM)

Sumber : Humas BNN

Bareskrim Siap Tindak Tegas Penimbun Bahan Pokok dan BBM Jelang Natal Tahun Baru

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Irjen Arief Sulistyanto ditemui di Aula Bareskrim, Kamis (15/11)2018.( Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Menjawab kebutuhan 9 bahan pokok dan BBM secara cermat, Bareskrim terus mengawal pihaknya akan tegaspihaknya akan melakukan penegakan tegas kepada para penimbun kebutuhan bahan pokok dan BBM jelang perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.

Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Irjen Arief Sulistyanto  ditemui di Aula Bareskrim, Kamis (15/11)2018 mengatakan pihaknya akan melakukan penegakan tegas kepada para penimbun kebutuhan bahan pokok dan BBM jelang perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019.”Saya akan mengedepankan langkah preventif dengan koordinasi bersama para pemangku kepentingan untuk menjamin ketersediaan kebutuhan bahan pangan dan BBM,” ujarnya.

Selanjutnya, Arief menegaskan Apabila ada penimbunan dan sebagainya saya pikir langkah koordinatif sudah berjalan seperti itu tidak terjadi penimbunan, tetapi kalau memang ternyata masih ada yang mencoba-coba melakukan penimbunan yang merugikan pertama pasti akan ketahuan ,” 
“Kedua kita akan melakukan penegakan hukum dengan tegas, tapi ini menjadi langkah terakhir, the last resort untuk melakukan penegakan hukum,” tegasnya.

Untuk itu, Arief menjelaskan dan memastikan, bila ditemukan suatu penyimpangan atau pelanggaran terkait penimbunan bahan baku dan BBM akan dikenakan sanksi menurut ketentuan yang berlaku.
“Ya kita akan lakukan (penegakan hukum) sesuai jenis pelanggarannya dan ketentuan yang berlaku. Itu (penegakan hukum) adalah langkah terakhir,” jelasnya.

Lebih lanjut, Arief merincinya  Satgas Pangan Polri akan mengambil langkah-langkah strategis dengan mengedepankan pendekatan proaktif dan preventif dalam memastikan stok bahan pangan dan stabilitas harga. Untuk itu kita  monitoring dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi hal yang penting.Langkah koordinatif mencari solusi di mana masalah harus diselesaikan dalam forum Satgas Pangan,” rincinya.

Seiring itu, Arief membeberkan bahan pokok merupakan kebutuhan masyarakat dan ketersediaan (stock) bahan pangan di masyarakat tidak lepas dari peran pemerintah dan pengusaha.“Fokus dari Satgas Pangan dan pemangku kepentingan lain memastikan ketersedian stoknya cukup,” bebernya.

Itu Sebabnya, Arief menambahkan pihaknya juga berupaya memastikan kelancaran distribusi sembilan bahan pokok serta bahan bakar minyak dan gas ke daerah-daerah.“Memastikan distribusi nya lancar, kalau stock cukup distribusi lancar otomatis ketersediaan di pasar tinggal kita koordinasi dengan pengusaha, distributor dan pedagang-pedagang ritail,” tambahnya. ( Vecky Ngelo)

BNN Kerahkan Psikolog untuk Tangani Peminum Air Rebus Pembalut

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depariditemui di BNN Jakarta Timur, Kamis(15/11)2018. (Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Mengatasi para pelaku yang meminum air rebusan pembalut, Badan Narkotika Nasional ( BNN) sigap memberikan bantuan psikologi agar para pelaku pasalnya air tersebut tidak memiliki kandungan zat adiktif.

Badan Narkotika Nasional (BNN) akan mengerahkan para psikolog untuk memberikan konsultasi para pelaku yang meminum air rebusan pembalut.

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Arman Depari  di temui di BNN, di Jakarta Timur Kamis(15/11/2018)  mengatakan, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan pihaknya, air tersebut tidak memiliki kandungan zat adiktif. “BNN pun tidak bisa menjerat pelaku dengan pasal-pasal dalam Undang-Undang Narkotika,” ujarnya.

Selanjut, Arman menegaskan BNN mengategorikan perilaku tersebut sebagai penyimpangan sehingga psikolog yang akan turun tangan.
“Kita melihat ini sebagai penyimpangan perilaku sehingga BNN untuk menangani masalah ini lebih mengedepankan ahli-ahli psikologi,” tegasnya.

Untuk itu, Arman menjelaskan nantinya, para pelaku akan diberikan konseling sehingga perilaku menyimpang tersebut tidak terulang kembali.”Kita arahkan mereka untuk lakukan konsultasi dan sekaligus memberikan pengarahan kepada yang mengkonsumsi ini supaya penyimpangan-penyimpangan yang selama ini terjadi bisa diluruskan dengan konseling bersama dengan psikolog-psikolog kita.Sebelumnya, sejumlah remaja di Jawa Tengah dilaporkan mengonsumsi air rebusan pembalut,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah, AKBP Suprinarto mengatakan, minum air pembalut menjadi salah satu alternatif remaja untuk mendapat efek seperti konsumsi narkotika. Konsumsi air rebusan dinilai lebih murah ketimbang membeli narkotika yang dinilai mahal.”Jadi, pembalut bekas pakai itu direndam. Air rebusannya diminum,” ungkapnya.

Jadi, Suprinarto menambahkan BNN, telah menemukan kejadian itu di berbagai daerah di Grobogan, Kudus, Pati, Rembang dan Kota Semarang bagian Timur. “Mayoritas pengguna adalah anak remaja usia 13-16 tahun,” tambahnya.(VEK)

Kejagung Tahan Dua Mantan Jaksa Terkait Kasus Penggelapan Barang Sitaan

Jaksa Agung Muda Pidana Khusus, Adi Togarisman saat ditemui di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Rabu(14/11/018). ( Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Proses Pemeriksaan yang dilakukan Kejaksaan Agung terus berlanjut, kini akhirnya berhasil menahan mantan Jaksa bernama Ngalimun dan Chuck Suryosumpeno.

Dari pantauan  yang ada  Ngalimun keluar dari Gedung Bundar Kejaksaan Agung, sebelum Chuck Suryosumpeno.

Ngalimun keluar sekitar pukul 16.00 WIB dengan mengenakan rompi tahanan warna merah muda. Mantan jaksa Kejaksaan Agung itu tak banyak memberikan keterangan kepada awak media.

Hal yang sama juga terjadi saat Chuck Suryosumpeno keluar usai diperiksa. Ia keluar dengan mengenakan rompi tahanan berwarna merah muda hanya melempar senyum serta enggan memberikan keterangan kepada awak media.

Sementara itu, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Adi Toegarisman ditemui di Gedung Bundar Kejaksaan Agung RI, Jakarta, Rabu (14/11)2018) malam mengatakan penahanan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut proses penyidikan.“Tersangka Chuk Suryosumpeno sama Ngalimun kita lakukan penahanan sebagai tindak lanjut proses penyidikan atas usul pendapat dari tim untuk dilakukan penahanan. Kalau ditanya alasannya ada unsur subyektif dan obyektif terpenuhi, sehingga yang bersangkutan dilakukan penahanan,” ujarnya.

Selanjutnya, Adi menegaskan  Kejagung sedianya memanggil 4 tersangka dalam kasus ini.” Namun, dua orang tersangka atas nama Albertus Sugeng Mulyanto selaku pihak swasta dan Zainal Abidin selaku notaris berhalangan hadir  akan mengagendakan pemanggilan dalam waktu dekat.Kita panggil sebenarnya 4 orang, tapi hadir 2 orang sementara ini kita lakukan (penahanan) 2 orang kemudian akan kami panggil ulang sisanya,” tegasnya.

Untuk itu, Adi menjelaskan dalam melakukan penahanan tersebut telah melalui prosedur dan untuk menegakkan hukum. Ini dilakukan penegakkan hukum dan siapa saja harus taat tunduk pada hukum. Jadi kami pun tidak boleh membedakan penegakannnya. Tolong agak dewasa sedikit jangan di dramatisir biasa aja deh,” jelasnya.

Sementara itu Adi merincinya  untuk tersangka Chuck Suryosumpeno akan ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung.” Sementara tersangka Ngalimun ditahan di Rutan Kejaksaan Tinggi Jakarta Selatan,”rincinya.

Seperti diketahui, Tim Satgassus Kejaksaan Agung telah menyita barang rampasan berupa tiga bidang tanah di wilayah Jatinegara, Puri Kembangan dan Cisarua terkait perkara korupsi pengemplang BLBI berkaitan Bank Harapan Sentosa (BHS) dengan nama terpidana Hendra Rahardja.

Penyitaan yang dilakukan Tim Satgassus Kejaksaan Agung tersebut dinilai tidak sesuai dengan Standar Operational Procedur (SOP).

Pasalnya, penyitaan lahan di wilayah Jatinegara yang di atasnya berdiri sejumlah rumah mewah dilakukan tanpa melalui pembentukan tim, bahkan Tim Satgassus langsung melelang aset tersebut tanpa sepengetahuan dari Kejaksaan Agung.

Kemudian, hasil dari penyitaan aset berupa tanah di wilayah Jatinegara, Cisarua dan Puri Kembangan itu, negara juga tidak mendapatkan pemasukan yang maksimal. Aset di wilayah Jatinegara hanya dijual Rp 25 miliar dan itu pun tidak sesuai ketentuan.

Sesuai prosedur, barang rampasan berupa tanah itu seharusnya disita terlebih dulu, baru kemudian bisa dilelang. Dari uang muka Rp 6 miliar, Tim Satgassus hanya menyetorkan Rp 2 miliar ke Kejaksaan Agung dari hasil penyitaan dan lelang tersebut.

Sebelumnya mantan Jaksa bernama Ngalimun bersama Albertus Sugeng Mulyanto selaku pihak swasta dan Zainal Abidin selaku notaris juga telah ditetapkan tersangka pada perkara yang sama.(VEK)

Polri Tegaskan Acara Reuni Alumni 212 Tak Kerahkan Massa Yang Besar

Kasih Humas Polri, Brigjend Pol Muhammad Iqbal usai sertijab di Mako Brimob, Rabu(14/11)2018 mengatakan Polri TegaskanAcara Reuni Alumni 212 Tak Kerahkan Massa Yang Besar. ( Vecky Ngelo)


Jurnal123.com- Terkait dengan adanya rencana pelaksanaan reuni alumni 212 diharapkan kegiatan ini dibicarakan terlebih dahulu dengan aparat hukum. Diharapkan dalam kebakaran itu tidak melibatkan sejumlah massa yang besar.

Kepala Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Mohammad Iqbal ditemui usai sertijab di Mako Brimob Rabu (14/11)2018 mengatakan mengenai rencana pelaksanaan reuni alumni 212 untuk membicarakan terlebih dahulu kepada aparat keamanan. Hal itu dikatakan Iqbal saat ditanyakan soal aksi reuni alumni 212 yang akan diikuti dengan sejumlah massa.“Kami mengimbau semua panitia pelaksana (reuni alumni 212) untuk duduk bareng dulu membicarakan bagaimana aksi unjuk rasa. Bukan hanya rencana 212, semua rencana semuanya dilihat dulu ada untung ruginya,” ujarnya.

Selanjutnya, Iqbal menegaskan semua elemen masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dan dijamin oleh konstitusi. Namun, ia meminta kegiatan itu tak dilakukan dengan massa besar yang berpotensi mengganggu keamanan. “Tidak harus dalam jumlah banyak, karena akan cenderung setidaknya ada gangguan keamanan. Ada gangguan kemacetan dan lain-lain,” tegasnya.

Ditempat terpisah, Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Ma’arif sebelumnya mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan acara Reuni 212, yang rencananya diselenggarakan di Monas, Jakarta Pusat.

Slamet menuturkan, massa yang akan hadir juga sudah menyiapkan diri untuk datang ke acara tersebut.

“Sedang dipersiapkan untuk 212. Insya Allah tak beda jauh dengan 212 tahun 2016. Dari berbagi provinsi sudah siap, sudah ada yang sewa beberapa gerbong kereta, sudah beli tiket pesawat,” ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polhukam), Jakarta Pusat, Jumat (9/11/2018).( Vecky Ngelo)

Setyo Wasisto Meminta Maaf dan Ajak Wartawan Dukung Brigjen Muhammad Iqbal

Serah Terima Jabatan Kadiv Humas Polri dari Irjend Pol Setyo Wasisto kepada Brigjend Pol Muhammad Iqbal, Rabu(14/11)2018.( Foto Vecky Ngelo Jurnal123.com)

Jurnal123.com – Serah terima Kadiv Humas Polri Irjend Pol Setyo Warsito kepada Brigjend Pol Muhammad Iqbal  digelar di Mako Brimob, Rabu(14/11)2018. Setelah menyerahkan jabatan  meminta maaf bila ada kesalahan dan kehilafan. Berharap para teman wartawan tetap menjalin kerja sama yang sudah  disampaikan kepada saya dapat diteruskan kepada Pak Iqbal .

Mantan Kadiv Humas,Irjend Pol Setyo Wasisto ditemui di Mako Brimob, Rabu(14/11)2018 mengatakan terima kasih kepada semua rekan-rekan wartawan yang selama 1 tahun 6 bulan telah bekerja sama dan saya terus terang merasa banyak dibantu oleh rekan-rekan. “Tetapi sebagai manusia biasa tentunya saya menyadari ada kekurangan oleh sebab itu saya mohon maaf apa bila selama kita bergaul ada kekurangan bagi wartawan ,bagi jurnalis rekan-rekan awak media sekalian,” ujarnya.

Selanjutnya,Setyo menegaskan Saya mengharapkan kerja sama yang sudah  disampaikan kepada saya dapat diteruskan kepada Pak Iqbal tentunya rekan-teman lebih tahu dan sudah lebih mengenal Pak Iqbal saya harapkan lebih baik lagi dan lebih meningkat lagi kerjasamanya yang sudah dikerjasamakan dengan saya ditingkatkan.” Saya juga mendoakan Pak Iqbal semoga sukses mengemban tugas Kepala Divisi Humas Polri yang tentunya tidak ringan karena saya tahu persis dan saya tetap mensport beliau mendukung beliau menjadi Kadiv Humas supaya Polri ini tetap sukses dan kita dapat menciptakan situasi aman,damai dimanapun kita berada di Wilayah Republik Indonesia,” tegasnya.

Untuk itu, Setyo menandaskan Sekali lagi saya mohon maaf selamat bertugas bagi rekan-rekan media kalau ada bisa dibantu  ditempat penugasan yang baru. “Nanti silakan jangan sungkan-sungkan kontak kepada saya,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Kadiv Humas Mabes Polri, Brigjen Pol Muhammad Iqbal mengatakan terus terang saya happy dan saya bahagia sekali ke lingkungan sejak tahun 2015 hingga 2016 saya sudah bergaul dengan media sejak menjabat Kabid Humas Polda Metro Jaya. Alhamdulilah tour of Duty kembali saya dipercaya sebagai Kadiv Humas Polri amanah yang saya harus emban dan mau-mau tidak mau saya harus memaksimalkan apa yang sudah dikerjakan oleh Pak Setyo sebagai Kadiv Humas Polri yang lama dan kami sadar bahwa Humas Polri tidak bisa bekerja sendiri karena kekuatan kami seluruh elemen masyarakat.” Memang tugas Divisi Humas bukan saja juru bicara tetapi lebih dari itu konkrit kami harus bergandengan tangan dengan semua stecholder. Kami mohon koreksi ,kami mohon informasi dan lain-lain sama seluruh Stecholder untuk memajukan negara tercinta ini,” ujarnya.

Selanjutnya, Iqbal menegaskan dan insya Allah saya akan membuka akses tentunya sampai kapanpun untuk bergandeng tangan dengan media dan dengan masyarakat untuk memajukan Kepolisian Negara Republik Indonesia.” Dan terima kasih banyak atas doa atas juga mungkin kerinduan teman-teman dan saya juga kembali kesini . Terima kasih banyak mohon dengan sangat saya dibantu ya dalam kapasitas sebagai salah satu anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia yang bertugas di Devisi Humas Polri,” tegasnya.

Untuk itu, Iqbal menjelaskan nanti dalam segala bentuk yang tentunya dalam koridor menyampaikan informasi dedikasi politik karena kita tahu saat ini momentum bangsa ini lagi sedang pesta demokrasi dan ada ancaman-ancaman hoax dan lain-lain. “Mari kita bergandengan tangan untuk meminimalisir bahkan meniadakan berita-berita bohong kebencian yang dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” jelasnya.

Lebih jauh, Iqbal merincinya terima kasih yang tidak terhingga insya Allah Komjen Pol Setyo Wasisto sudah mempercayakan kepada saya yang memberikan saran kepada Bapak Kapolri memberikan tongkat estafet sebagai Kadiv  Humas Polri selain sebagai kakak saya dan juga sebagai guru saya salut kepemimpinan beliau ini leadership beliau tidak diragukan sehingga sewaktu saya menjadi Karopermas tidak ada beer untuk mengajukan saran Devisi Humas Polri. “Sekali lagi mohon dukungan dengan hati dan hormat seluruh masyarakat terutama teman-teman media semua lapisan untuk tugas kedepan. Mohon maaf saya harus kembali dulu ke Surabaya insya Allah Jumat Sabtu ada serah terima dan minggu saya sudah di Jakarta,” rincinya.(Vecky Ngelo)

Polisi Tegaskan Bianglala Bisa Saja Dijerat Pidana Jika Terbukti Lalai

Ini permainan yang di kelola oleh Bianglala. Tampak mengakibat jatuh, bila ada unsur kelalaian akan diperiksa..( Vecky Ngelo)

Jurnal123.com –  Pasca insiden jatuh saat Festival Sekaten Yogyakarta. Akibat insiden itu, satu keluarga yang terdiri atas ibu, ayah, dan anak terjatuh. Oleh karena itu kasusnya sedang diproses pemeriksaan bila di temui ada unsur pidana bisa saja kepolisian menjerat  pengelolanya.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto  ditemui di Mabes Polri, Selasa(13/11/2018) mengatakan pihak kepolisian bisa saja menjerat pihak pengelola bianglala pasca insiden jatuh saat Festival Sekaten Yogyakarta.” Akibat insiden itu, satu keluarga yang terdiri atas ibu, ayah, dan anak terjatuh,” ujarnya.

Selanjutnya, Setyo menegaskan sanksi hukum akan diberikan menunggu hasil pemeriksaan dari pihak kepolisian.“Bisa (dikenakan sanksi) kalau ada kelalaian. Kalau dia prosedurnya harus dicek, harus diganti, spare part-nya misalkan, suku cadangnya harus diganti ternyata tidak. Ya salah dia. Bisa dikenakan unsur kelalaian,” tegasnya.

Lebih jauh, Setyo menjelaskan, unsur kelalaian juga dilihat meski tidak ada korban yang meninggal dunia dalam tragedi tersebut namun terdapat korban luka-luka. Setyo menuturkan, seharusnya pihak pengelola rutin melakukan pemeriksaan secara berkala. Keselamatan pengunjung merupakan hal yang utama diprioritaskan oleh pihak pengelola.

“Karena ini, menyangkut jiwa manusia jadi jangan hanya melaksanakan untuk keuntungan tetap perhatikan keselamatan. Keselamatan nomer satu lah,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah video peristiwa Bianglala mengalami trouble viral di media sosial. Di Video tersebut memperlihatkan beberapa saat tengah berputar, Bianglala tiba-tiba berhenti dan beberapa kabin berisi penumpang terbalik.( Vecky Ngelo)

Polri Bentuk Tim Khusus Ungkap Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi

Karo Permas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjend Pol Dr Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Selasa (13/11/2018) mengatakan upaya pengungkapan kasus pembunuhan satu keluraga Polri bentuk Tim Khusus.(Vecky Ngelo)

Jurnal123.com –  Terkait dengan pengungkapan kasus pembunuhan satu.Keluarga di Bekasi, akhirnya Polri membentuk tim khusus.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri, Selasa (13/11) 2018 mengatakan upaya mengatahui lebih dalam terkait dalam pembunuhan satu keluarga di Bekasi.“Kapolres sudah membentuk timsus (tim khusus) untuk menangani dan mengungkap kasus tersebut dibantu oleh Unit Jatanras (Kejahatan dan Kekerasan) Polda Metro,” ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan Polisi juga telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang bukti.“Pakaian korban dan 1 bilah gunting,” tegasnya.

Lebih jauh, Dedi  menjelaskan diduga barang bukti yang ditemukan polisi digunakan pelaku untuk melukai korban.Kasus ini tengah diselidiki Polres Metro Bekasi Kota dan Polda Metro Jaya.
“Belum tahu (barang bukti) milik siapa masih dalam lidik,” jelasnya.

Kronologi Pembunuhan Satu Keluarga

Diberitakan, pasangan suami-istri dan dua anak mereka ditemukan tewas dibunuh di tempat tinggal mereka di Jalan Bojong Nangka II, RT 002 RW 07, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Selasa (13/11/2018) pagi.

Mereka adalah Diperum Nainggolan (38) dan istrinya Maya Boru Ambarita (37) serta dua anak mereka yaitu Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7).

Diperum dan Maya merupakan pengelola kontrakan. Pemilik kontrakan disebut bernama Douglas.

Mereka tinggal tidak jauh dari lokasi rumah yang dikontrakan.

Lokasi kejadian pada Selasa siang tampak dipenuhi warga yang kaget dengan peristiwa pembunuhan tersebut.

Pihak kepolisian kini sedang melakukan penyelidikan atas kasus itu.

Dari informasi yang dihimpun, seorang saksi bernama Feby Lofa Rukiani, yang tinggal di kontrakan yang dikelola korban, pada pukul 03.30 WIB melihat gerbang kontrakan terbuka dan televisi di rumah korban menyala.

Namun, saat Feby memanggil salah seorang korban dari luar rumah, tidak ada jawaban dari korban.

Feby sempat menelepon korban tetapi tidak diangkat. Feby kemudian ke kembali ke kontrakannya.

Pada pukul 06.30 WIB, biasanya korban sudah bersiap berangkat kerja. Akan tetapi, Feby belum melihat korban bersiap-siap pergi kerja.

Feby yang curiga dan penasaran akhirnya mencoba membuka jendela rumah korban. Ketika melihat ke dalam rumah, Feby melihat korban sudah tergeletak dan bersimbah darah.

Melihat hal itu, Feby memanggil warga lainnya untuk mengecek korban dan melaporkan kejadian itu ke pihak RT dan kepolisian Sektor Pondok Gede.

Dedi mengatakan, para korban telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur untuk dilakukan autopsi.(Vecky Ngelo)

Bareskrim Ringkus 4 Tersangka Peretas Situs Pengadilan Negeri Unaaha Sulawesi Tenggara

Bareskrim Ringkus 4 Tersangka Hacker Situs Laman Pengadilan Negeri Sulawesi Tenggara. Tampak Kasudit 2 Dircyber Crime, Kombes Pol Rickynaldo Chairul didampingi Kabag Penum Divisi Humas, Kombes Pol Syahar Diantono,Jumat(9/11/2018) ( Foto Vecky Ngelo)

Jurnal123.com –  Maraknya aksi Hacker yang terjadi kali  ini dialami situs laman laman Pengadilan Negeri Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Peretasan tersebut dilakukan mulai Juni hingga Juli 2018. Akhirnya karena kejahatan itu Bareskrim meringkus 4 tersangka.
Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Rickynaldo Chairul di kantor Bareskrim Polri, Jakarta Pusat, Jumat (9/11/2018) mengatakan karena situs laman Pengadilan Negeri Sulawesi Tenggara di rusak oleh 4 tersangka yang berhasil diringkus di beberapa daerah.” Dilakukan sejak bulan Juni hingga Juli dilakukan setiap hari , setiap jam secara masif,” ujarnya.
Selanjutnya, Rickynaldo menegaskan dalam kasus peretasan ini, Bareskrim sudah menangkap empat orang pelaku. Mereka adalah LYC (19), MSR (16), JBKE (16), dan HEC (13). Keempatnya ditangkap di empat kota berbeda, yaitu Kediri, Cirebon, Surabaya, dan Jambi.”Pelaku ini sejumlah empat orang. Menariknya, terdapat anak-anak yang ada dalam kasus ini yang masuk dalam grup Whatsapp bernama Blackhat yang dikendalikan oleh beberapa tutor,” tegasnya.
Untuk itu,  Rickynaldo menjelaskan
anak-anak tersebut disiapkan untuk meretas situs pengadilan tersebut. Mereka kemudian meretas dengan memasukan konten yang mengandung unsur Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA), radikalisme, serta politik.”Jadi tujuan mereka ini merekrut anak muda yang pintar dalam bidang teknologi informasi. Kemudian membimbing, diberikan tutorial, dan menguji coba atau tes sejauh mana kemampuan anak-anak ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Rickynaldo merincinya hingga saat ini motif dari peretasan tersebut masih didalami kepolisian dan belum bisa dipastikan.” Pasalnya, polisi kini fokus dalam pencarian tersangka lainnya,” rincinya
Seiring dari Itu,Rickynaldo  menambahkan, para peretas ini akan dikenakan pasal 46 ayat (1), ayat (2), ayat (3), Juncto Pasal 30 ayat (1), ayat (2), ayat (3). Kemudian pasal 48 ayat (1), Juncto pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
“Terhadap perbuatan tersangka dapat dipidana maksimal 10 tahun penjara,” tambahnya.(VEK)