Terkait Pembakaran Kendaraan di Grobogan, Akhinya Polisi Kaji Hasil Rekaman CCTV

Terkait Pembakaran Kendaraan di Grobogan, Akhinya Polisi Kaji Hasil Rekaman CCTV

Jurnal123.com – Terkait dengan upaya pengungkapan pembakaran sejumlah kendaran bermotor di Jawa Tengah, akhirnya pihak Kepolisian RI sedang menganalisis hasil rekaman closed circuit television (CCTV). Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi More »

Polri Ungkap Anak Kandung Santoso Bergabung dengan Ali Kalora Cs

Polri Ungkap Anak Kandung Santoso Bergabung dengan Ali Kalora Cs

Jurnal123.com – Upaya pengejaran yang dilakukan terus oleh Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala dan akhirnya mengungkapkan, ada tambahan satu orang anggota baru dalam kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. Kepala Biro Penerangan More »

Polri Kirim 322 Anggotanya Untuk Misi Perdamaian Dan Kemanusiaan PBB

Polri Kirim 322 Anggotanya Untuk Misi Perdamaian Dan Kemanusiaan PBB

Jurnal123.com – Untuk misi kemanusiaan dan perdamaian Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB),  akhirnya. Kepolisian RI melepas keberangkatan sebanyak 322 personel untuk misi kemanusiaan dan perdamaian Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka akan dikirim ke sejumlah negara seperti Afrika Tengah, More »

Polisi Terus lakukan Pengejaran Kelompok Ali Kalora Cs

Polisi Terus lakukan Pengejaran Kelompok Ali Kalora Cs

Jurnal123.com – Upaya memberangus para  teroris  terus sajak dilakukan bukti kini Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala masih melakukan pengejaran terhadap kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.  Kepala Bagian Penerangan Umum Polri More »

Polri Tegaskan Tersangka HK Mau Dijadikan Algojo ISIS

Polri Tegaskan Tersangka HK Mau Dijadikan Algojo ISIS

Jurnal123.com – Keberhasilan meringkus HK alias Wahyu Nugroho  alias Uceng di Bandara Soekarno Hatta msu ke Surya, ternyata HK mau dijadikan penghubung mengatikan Abdul Wahid sebagai algojo ISIS. Pasalnya ia mengusai diIndonesia dan More »

 

Kejagung : 5 Berkas Perkara Mafia Bola Sudah Diterima Dan Diteliti

Jaksa Agung, M Prasetyo di temui di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan,Kamis(14/2)2019 mengatakan 5 berkas Perkara Mafia bola dan sekarang sedang di teliti.( Vecky Ngelo)


Jurnal123.com – Terkait dengan penyerahan 5 berkas perkara Satgas Anti Mafia Bola kepada Kejaksaan Agung sudah diterima dan sudah di diteliiti oleh 5 Jaksa satu berkas masing-masing.

Jaksa Agung, M Prasetyo  kertika ditemui di Kejaksaaan Agung, Kamis (14/2) 2019 mengatakan jadi saat ini memang benar  Kejaksaan Agung  telah menerima 5 berkas perkara terkait dengan Satgas Anti Mafia bola dan itu sudah kita terima hari Rabu (13/2)2019 kemarin dari penyidik Mabes Polri yaitu terhadap berkas perkara atas nama tersangka P,AYA, DI,NS dan MLE. “Ini telah diterima oleh kita dan selanjutnya  akan diteliti oleh 5 orang Jaksa satu berkas masing-masing.

Selanjutnya, Prasetyo menegaskan yang selanjutnya akan dilakukan penelitian tentang kelengkapan syarat formil dan materialnya. “Apa bila nanti dalam hasil penilaian itu ternyata terdapat kekurangan maka berkas perkara tersebut  kita akan kembalikan kepada penyidik sesuai dengan petunjuk untuk dilakukan kelengkapan berkasnya,” tegasnya. 

Untuk itu, Prasetyo menjelaskan namun kalau dari hasil peneiltian tersebut berkas sudah memenuhi syarat formil dan materi maka berkas akan segera kita nyatakan lengkap .” Kalau sudah dinyatakan lengkap maka kita hanya menunggu penyerahan tersangka dan barang bukti  dari penyidik ke Jaksa Penuntut Umum,” jelasnya. .

Ketika ditannya apakah Jaksa akan  mempelajari berkas tersebut sampai kapan, Prasetyo menrinci  kita seperti dalam ketentuan dalam KUHAP  kita mempunyai waktu 14 hari meneliti berkas perkara dan setelah itu dalam 14 hari segera menentukan sikap apakah berkas perakra tersebut telah lengkap atau tidak, memenuhi syarat formil dan materiil atau tidak. Kalau nanti sudah dinyatakan lengkap .” Kalau sudah dinyatakan lengkap kita kurang menunggu persyaratatan barang bukti. kalau barang bukti sudah kita terima sesegera mungkin kita limpahkan  ke Pengadilan,” .rincinya.

Disinggung tahap duanya, Prasetyo menambahkan Oh ya, kalau berkas perkara sudah dinyatakan lengkap. “Kita menunggu dari penyidik menyerahkan barang bukti dan tersangka,” tambahnya. (Vecky Ngelo).  

Kejaksaan Agung Menyerahkan Kapal Silver Sea 2 Kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan Rampasan Negara

Jaksa Agung, M Prasetyo bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat menjelaskan kepada wartawan berkaitan penyerahan kapal Silver Sea 2 di Kejagung,Kamis(14/2)2019.( Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Serah terima kapal Silver sea berbobot 5000 Groston sebagai hasil rampasan negara di lakukan Kejaksaan Agung kepada kemenerian  Kelautan Perikanan digelar di gedung Sasana Pradana Kejaksaan Agung,Kamis (14/2)2019.

Jaksa Agung, M.Prasetyo :saat ditemui di Kejaksaan Agung, Kamis (14/2)2019 mengatakan hari ini saya bersama dengan Ibu Menteri  Kelautan dan Perikanan menyelesaikan satu moment yang penting dan besar dimana kami baru saja melaksanakan  acara serah terima sebuah kapal yang besar 5.000 Groston berasal dari  melakukan kejahatan dan kami bisa buktikan bahwa kapal itu digunakan untuk mencuri ikan di lautan kita.”Proses penangannya di Sabang Kejaksaan Tinggi Aceh dan alhamdulilah berhasil kita buktikan dan akhirnya  kapal dirampas Negara,” ujarnya.

Selanjutnya, Prasetyo menegaskan bukan hanya kapal tetapi juga ikan yang dimuat didalam dan kapal itu berhasil  kita lelang dan kita jual seharga Rp 20 Miliar  uangnya sudah kita setorkan ke Kas negara. ” Saudara sekalian ini adalah wujud dari sinergisitas kerja sama antar aparat penegak hukum kerja Kejaksaaan dengan Kementerian KKP. Tentunya sampai pada saat penyerahan Kapal ini secara resmi kepada Ibu Menteri Kelautan Perikanan karena proses hukum yang cukup panjang dan perjuangan yang cukup keras sehingga akhirnya alhamdulilah kita bisa rampas Kapal itu,” tegasnya . 

Untuk itu, Prasetyo menjelaskan kedua, kapal itu dengan menyerahkan kapal ini kita punya harapan menurut Ibu Menteri bahwa Kapal itu setidak nya bermanfaat untuk menciptakan konektifiti dimana wilayah kita 71 persen itu lautan hanya 29 persen daratan itu tentunya perlu transportasi alat penghubung dan tentunya disini adalah kapal. “Nanti tentunya diharapkan menyusul beberapa kapal lain ya Insya Allah kalau sudah ingkrah atas persetujuan dari menteri keuangan kapal itu nampaknya Ibu  Kelautan  Perikan juga berminat untuk dipergunakan bagi kepentingan transportasi pendidikan risert dan juga membuktikan bahwa jangan coba lagi mencuri ikan di laut kita,” jelasnya . 

Lebih lanjut, Prasetyo merinci ini tentunya image dilaut kita sangat membuktukan para pencurian ikan khusus nelayan asing semakin jerah. Itulah harapan kita tentunya dan kita juga mengucapkan terima kasih atas dorongan para awak media  karena bagaimana pun dengan menyiarkan berita seperti ini akan memberikan pembelajaran kepada yang lain untuk tidak melakukan hal yang sama .” Ibu Susi sangat senang hari ini menerima kapal itu dan saya lihat jingkrak-jingkrak . Saya juga sangat senang karena bisa mendukung kelengkapan sarana prasarana bagi  menteri Kelautan Perikanan dalam menjalankan visi dan misinya untuk bagaimana kita meningkatkan kewibawaan kita di laut dan bagaimana  bisa menjaga aset bangsa sumber kekayaan laut ikan yang jumlahnya luar biasa dan kemarin kemarinlebih banyak dicuri oleh nelayan asing,” rincinya.    

Ditempat yang sama, Menteri Kelautan dan Perikanan , Susi Pujiastuti mngatakan  kawan-kawan media apa yang disampaikan Pak Jaksa Agung M.Prasetyo  sudah cukup banyak dan didalam tadi pidatonya dan saya juga bicara sudah banyak . “Intinya begini kapal ini telah dirampas oleh Negara membuktikan indonesia berdaulat dan tidak main-main  dengan aturan hukumnya. Ketiga bagaimana Kejaksaan  dengan gigi untuk  mendukung Kementerian Kelautan dan Perikanan menjaga kedaulatan negara indonesia  sumber daya alam Indonesia ini dengan Ketegasan dan kecerdasan  sehingga kapal ini bisa disita negara,” ujarnya . 

Selanjutnya, Susi menegaskan   kapal ini setelah disita oleh negara kita pakai sarana untuk satu pendidikan belayar mengelilingi pelabuhan-pelabuhan indonesia untuk bisa mendidik bangsa memperlihatkan ini loh kejahatan ayu-ayu   kapal sebenar ini. “Kedua membantu koneksifitas ini mengangkat hasil-hasil tangkapan nelayan indonesia karena yang melaut di Indonesia itu harus orang indonesia, harus kapal indonesia, harus pengusaha indonesia mempunyai kapalnya. Jadi yang ini usaha anak bangsa diangkut bisa di bawa dari produksi ke pemasaran. Jadi kapal ini akan dipakai untuk  itu tadii untuk nomr 1, nomor 2 ,nomor 3 dan nomer 4.. Satu bukti kedaulatan negara,” tegasnya.

Untuk itu,Susi menjelaskan  Kedua memperlihatkan kepada anak bangsa bagaimana jahat ayu di sistem.”Ketiga, membangun ayu sistem angkutan untuk logistik perikanan. Ke empat tentunya meningkatkan ekonomi yaitu kesejahteraan. Visi misi pak Presiden jelas laut harus jadi masa depan bangsa ,Indonesia jadi poros maritim dunia . Kita harap kapal ini bisa membawa menuju dua misi tadi. Tentunya dengan kapal ini terlihat ke publik itu akan mempelihatkan kepada dunia kita tidak main-main loh dan kepada anak bangsa bagaimana kerja institusi pemerintah kita bahu membahu,” jelasnya .

Lebih lanjut, Susi merinci anak bangsa bisa melihat hasilnya saja proses itu pun tidak ada..  Pak Jaksa  Agung bekerja luar biasa,  jadi seperti apapun kita bekerja sama demi untuk menjaga keadulatan sumber daya alam kita .: Dan kedua menunjukan kewibawaan negara lain dari itu tidak ada. Sekali lagi terima kasih atas dukungan media,” rincinya.( Vecky Ngelo)

Terkait Pembakaran Kendaraan di Grobogan, Akhinya Polisi Kaji Hasil Rekaman CCTV

Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedy Prasetyo di Mabes Polri (Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Terkait dengan upaya pengungkapan pembakaran sejumlah kendaran bermotor di Jawa Tengah, akhirnya pihak Kepolisian RI sedang menganalisis hasil rekaman closed circuit television (CCTV).

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri,Jakarta Selatan ,Kamis(14/2)2019 mengatakan rekaman CCTV yang ditemukan tim khusus merekam kejadian di daerah Grobogan. “Langkah yang sudah dilakukan saat ini sedang melakukan suatu kajian yang komprehensif terhadap CCTV yang berhasil ditemukan oleh Satgas timsus,” ujarnya.

 Selanjutnya, Dedi menegaskan sedang mencari informasi mengenai nomor polisi sepeda motor yang digunakan terduga pelaku. ” Selain itu, mereka juga mencoba menggali postur tubuh atau wajah dari seorang terduga pelaku yang terekam CCTV. Nantinya, wajah yang berhasil diidentifikasi akan dihubungkan dengan data KTP elektronik (e-KTP),” tegasnya. 

Untuk itu, Dedi menjelaskan ungkapkan wajah dari terduga pelaku masih belum terlalu jelas karena CCTV yang merekam kejadian tidak memiliki resolusi yang tinggi. “Wajahnya masih agak kabur, CCTV yang digunakan kadarnya kelas 3 padahal yang diharapkan minimal kelas 1-2 yang memiliki high (resolution),” jelasnya. 

 Lebih jauh, Dedi meinci kendati demikian, rekaman tersebut masih akan dicoba untuk dianalisa di laboratorium Inafis. Jika nantinya tak berhasil, Polri akan mengirim datanya ke London, Inggris. “Nanti kita akan menganalisa itu dari laboratorium ada di Inafis, jika tidak bisa nanti kita akan kirim ke London dalam bentuk penguatan wajah,” rincinya. 

Sebelumnya, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono mengatakan teror pembakaran sejumlah kendaraan di wilayahnya ditujukan untuk menakuti masyarakat.” Berdasarkan rangkuman dari sejumlah kejadian, motif pembakaran diduga hanya untuk menakut-nakuti,” ujarnya.. 

 Selanjutnya, Condro  menegaskan, polisi serius mengungkap persoalan teror pembakaran kendaraan dan menuntaskan kasus ini dengan cepat. Polisi hingga kini masih mengumpulkan barang bukti terkait di tahap penyelidikan. “Kepolisian belum dapat mengungkap kasus ini karena minimnya barang bukti. Kejadian teror yang rata-rata dilakukan pada dini hari atau menjelang subuh itu tidak banyak ada saksi yang melihat kejadian,” tegasnya. (Vecky Ngelo)

Polri Ungkap Anak Kandung Santoso Bergabung dengan Ali Kalora Cs


Kepala Biro Penerangan Masyarakat, Brigjend Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri,Jakarta Selatan Kamis(14/2)2019 mengatakan Satuan Tugas Operasi Tinombala akhirnya mengungkap kan ada tambahan 1 orang anggota baru dalam kelompok Mujahidin Indonesia Timur(MIT) pimpinan Ali Kalora.(Vecky Ngelo)


Jurnal123.com – Upaya pengejaran yang dilakukan terus oleh Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala dan akhirnya mengungkapkan, ada tambahan satu orang anggota baru dalam kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri,Jakarta Selatan, Kamis(14/2)2019 mengatakan, anggota baru tersebut adalah anak kandung pimpinan terdahulu MIT Santoso. “Satgas berhasil mengidentifikasi satu orang DPO lagi yang ikut bergabung ke kelompok Ali Kalora, yaitu anak kandung Santoso,” ujarnya.

Selanjutnya, Dedi menegaskan penetapan anggota baru kelompok tersebut dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) akan segera dilakukan.  Terkait perekrutan anak kandung Santoso tersebut sebagai anggota, Dedi mengaku hal itu masih dalam proses penelusuran. “Antara direkrut dan inisiatif sendiri karena datang ke hutan. Ali Kalora ini lagi diidentifikasi dan nanti akan segera diterbitkan DPO,” tegasnya. 

untuk itu, Dedi menjelaskan selain  mengidentifikasi anggota baru, Satgas juga telah menangkap seorang kurir yang diduga terafiliasi dengan kelompok tersebut. “Satgas menangkap kurir simpatisan DPO. Ini sudah dilakukan penangkapan kurir-kurirnya dan dalam pemeriksaan,” jelasnya. 

Lebih lanjut, Dedi merinci selanjutnya para kurir diketahui bertugas membawa logistik untuk kelompok tersebut dengan menggunakan karung dan dipikul. ” logistik tersebut dibawa dengan cara dipikul karena jalur di daerah tersebut terbatas. “Tim gabungan masih melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap kelompok teroris itu di daerah sekitar Poso. Cara yang dilakukan pihak kepolisian mulai dari menguasai jalur-jalur logistik kelompok itu, memantau jalur komunikasi, hingga menggandeng keluarga anggota kelompok Ali Kalora cs agar mau menyerahkan diri,” rincinya. 

Dari info yang ada, Dedi ,mendaskan  aparat yang tengah membawa jenazah RB alias A (34), warga sipil korban mutilasi di kawasan Desa Salubanga, Sausu, Parimo, Sulteng, ditembaki sekelompok orang bersenjata yang diduga kelompok Ali Kalora, pada 31 Desember 2018.” Penembakan dilakukan saat salah seorang petugas hendak menyingkirkan kayu dan ranting pohon yang menghalangi jalan. Kontak tembak aparat dengan kelompok teroris tak terhindarkan sehingga menyebabkan dua petugas yakni Bripka Andrew dan Bripda Baso, terluka,” . tandasnya. (Vecky Ngelo)

Polri Kirim 322 Anggotanya Untuk Misi Perdamaian Dan Kemanusiaan PBB

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian saat melepas keberangkatan 322 personel Polri untuk misi kemanusiaan dan perdamaian Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (14/2)2019.(Vecky Ngelo)


Jurnal123.com – Untuk misi kemanusiaan dan perdamaian Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB),  akhirnya. Kepolisian RI melepas keberangkatan sebanyak 322 personel untuk misi kemanusiaan dan perdamaian Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Mereka akan dikirim ke sejumlah negara seperti Afrika Tengah, Sudan, dan Kongo.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian di gedung Rupatama Mabes Polri ,Jakarta Selatan ,Kamis (14/2)2019 mengatakan merasa bangga dengan kontribusi Indonesia dalam misi PBB tersebut. “Ini adalah salah satu prestasi dan kebanggaan karena dipercaya oleh PBB untuk kembali di 2019 mengirimkan jumlah personel cukup banyak ke beberapa negara,” ujarnya. 

Selanjutnya, Tito menegaskan sebanyak 140 personel tergabung dalam Satuan Tugas Garuda Bhayangkara Formed Police Unit (FPU) 1 United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in the Central African Republic (MINUSCA). Terdapat 14 polwan dalam satgas yang akan diberangkatkan ke Afrika Tengah ini.” Berikutnya adalah Satgas Garuda Bhayangkara II FPU 11 United Nation and African Union Mission in Darfur (UNAMID), yang terdiri dari 180 personel.    Satgas yang akan dikirim ke daerah Darfur, Sudan, tersebut, menjalankan misi berkelanjutan dan akan menggantikan personel yang sudah bertugas di daerah tersebut,”tegasnya. 

Untuk itu, Tito menjelaskan  Indonesia juga akan mengirimkan 2 orang calon petugas individu Polri atau individual Police Officer (IPO) ke Kongo untuk misi The United Nations Orgri iianization Stabilization Mission in the Democratic Republic of the Congo (MONUSCO). “Saya berharap para anggota misi tersebut dapat melaksanakan tugasnya dengan baik serta membanggakan Indonesia. Sekali lagi mohon doa restu dari seluruh bangsa Indonesia agar anggota Polri yang saat ini diberikan amanat dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, dan kembali ke Indonesia dalam keadaan selamat dan membawa nama baik bangsa dan institusi,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi  mengatakan kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian dunia menjadi salah satu faktor Imdonesia bisa menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.”Kita sangat bangga bahwa peacekeeper Indonesia selama ini telah membawa nama baik RI di luar negeri. Dan kita berhasil duduk di dalam anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB, salah satunya adakah karena faktor kontribusi kita dalam peacekeeping operation,” ujarnya (Vecky Ngelo)

Yayasan Kemala Bhayangkari Gelar Pelatihan Agar Milenial Bijak Gunakan Medsos

Tampak Rayakan HUT ke 39, Yayasan Kemala Bhayangkari gelar ceramah Motivasi dan Medsos dalam Era Milinial.(Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Dalam rangka menyambut HUT yayasan ke-39. Acara yang menyoroti pesatnya penggunaan media sosial oleh kalangan milenial,

akhirnya Yayasan Kemala Bhayangkari menyelenggarakan acara bertajuk “Ceramah Motivasi Dan Medsos Dalam Era Milenial”,dihadiri oleh sejumlah murid dan guru dari beberapa sekolah. 

Ketua Pengurus Pusat Yayasan Kemala Bhayagkari Coreta Putut Eko Bayuseno ketrangan tertulis , Rabu(13/2) 2019 mengatakan dan berharap kegiatan tersebut menjadi pengingat bagi para milenial agar bijak menggunakan media sosial.  ia tidak ingin kehidupan anak muda malah dikendalikan oleh gawai tersebut. “Dengan adanya pelatihan ini diharapkan dapat memberikan manfaat agar anak-anak generasi milenial dapat menggunakan dan mengendalikan diri dengan bijak dalam menggunakan alat komunikasi gadget,” ujarnya.. 

Selanjutnya, Coreta menegaskan Bukan malah dikendalikan waktu, pikiran oleh gadget itu sendiri, karena gadget merupakan sarana untuk mempermudah kehidupan kita.” Selain itu, acara tersebut juga menaruh perhatian pada maraknya penggunaan plastik di Indonesia,” tegasnya.

Kesempatan yang sama,  Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari Tri Tito Karnavian mengatakan  agar peralatan yang digunakan tidak berbahan dasar plastik. “Peserta acara menggunakan tumbler dibanding botol plastik, air galon pun telah disediakan, dan alat makan yang disediakan tidak menggunakan plastik,” ujarnya. 

Tampak dalam acara ini Sekolah yang ikut berpartisipasi terdiri dari SMP KB Slog, SMP KB Metro Jaya, SMK KB Bareskrim, SMK KB Slog, SMA KB Slog, SMA Labschool, SMAN 6 Jakarta, SMA Tarakanita, SMAN 47 Jakarta.

Selain Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari Tri Tito Karnavian dan Ketua Pengurus Pusat Yayasan Kemala Bhayangkari Coreta Putut Eko Bayuseno, acara tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Pembina Yayasan Kemala Bhayangkari Puteri Ari Dono, Ketua Panitia HUT Yayasan Kemala Bhayangkari ke-39 Fitri Idham Azis. (Vecky Ngelo)

Polisi Terus lakukan Pengejaran Kelompok Ali Kalora Cs

Daftar Pencarian Orang(CPO) Tindak Pidana Terorisme yang dikejar. (Vecky Ngelo)

Jurnal123.com – Upaya memberangus para  teroris  terus sajak dilakukan bukti kini Satuan Tugas (Satgas) Operasi Tinombala masih melakukan pengejaran terhadap kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora. 

Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Kombes Syahar Diantono ditemui di Mabes Polri, Rabu(13/2)2019 mengatakan satgas masih melakukan pengejaran di daerah pesisir Poso, Sulawesi Tengah. “Melakukan pengejaran di pesisir Poso, wilayah pegunungan,”ujarnya 

Selanjutnya, Syahar menegaskan pengejaran dilakukan menyusul penembakan terhadap dua polisi yang tengah membawa jenazah korban mutilasi di Dusun Salubose, Desa Salubanga, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah. satgas juga melakukan penyekatan di daerah pengejaran.Tujuannya, terang dia, untuk mempersempit ruang gerak kelompok tersebut,” tegasnya.

Untuk itu, Syahra menjelaskan  apalagi, lokasi tersebut merupakan pegunungan yang cukup menghambat pengejaran. “Melakukan penyekatan, ada 9 sekat, penyekatan pengejaran, untuk mempersempit ruang gerak daripada Ali Kalora cs,” jelasnya.

Sebelumnya, aparat yang tengah membawa jenazah RB alias A (34), warga sipil korban mutilasi di kawasan Desa Salubanga, Sausu, Parimo, Sulteng, ditembaki sekelompok orang bersenjata yang diduga kelompok Ali Kalora, pada 31 Desember 2018. Penembakan dilakukan saat salah seorang petugas hendak menyingkirkan kayu dan ranting pohon yang menghalangi jalan. Kontak tembak aparat dengan kelompok teroris tak terhindarkan sehingga menyebabkan dua petugas yakni Bripka Andrew dan Bripda Baso, terluka. (Vecky Ngelo)

Polisi Diraja Malaysia Ungkap Mutilasi Dua WNI di Malaysia

Karopenmas Divisi Humas, Brigjend Pol Dedi Prasetyo ditemui di Mabes Polri.( Vecky Ngelo)


Jurnal123.com –  Akhirnya Polisi Diraja Malaysia(PDRM) berhasil Mengungkapkan terrduga pelaku multilasi Warga negara Indonesia di Malaysia. Dimana Dua WNI itu pengusaha tekstil di Kabupaten Bandung, Jawa barat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Rabu (13/202019 mengatakan pihak kepolisian Malaysia telah menangkap dua terduga pelaku mutilasi WNI di negara tersebut. “Dua WNI yang diduga menjadi korban mutilasi di Malaysia adalah Nuryanto, seorang pengusaha tekstil di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dan temannya Ai Munawaroh,” ujarnya. 

Selanjutnya, Dedi menegaskan kedua terduga pelaku berkewarganegaraan Pakistan dan merupakan rekan bisnis dari korban. “PDRM (Polis Diraja Malaysia) sudah amankan dua terduga pelaku warga negara Pakistan, yang merupakan teman bisnis dari korban tersebut,.  Pihak kepolisian Malaysia meminta beberapa bukti terkait kedua korban, Nuryanto dan Ai Munawaroh.”  Ditemukan di Pinggir Sungai hingga Keluarga Jalani Tes DNA   Bukti itu, antara lain adalah sidik jari, hasil percakapan di aplikasi pesan instan Whatsapp, dan informasi transaksi keuangan untuk rekening atas nama Nuryanto,” tegasnya.

Untuk itu,  Dedi menjelaskan, bukti-bukti tersebut dibutuhkan kepolisian di Malaysia untuk membongkar kasus tersebut. “Penguatan alat bukti ini sangat penting meyakinkan Kepolisian Diraja Malaysia untuk mengkorban dan untuk memutuskan betul-betul kedua tersnagka yang saat ini diduga dalam proses penanganan PDRM betul pelakunya,” jelasnya.

Lebih jauh, Dedi merinci Kepolisian RI akan mendukung polisi Malaysia dalam penanganan kasus tersebut. Baca juga: Pengusaha Asal Bandung Tewas di Malaysia, Diduga Korban Mutilasi   Diberitakan sebelumnya, pengusaha tekstil asal Bandung, Nuryanto, dan temannya Ai Munawaroh menjadi korban mutilasi di Malaysia. Hermawan, salah satu anggota tim pengacara Nuryanto, mengatakan, pihaknya menerima informasi tersebut dari Kepolisian Malaysia. Jenazah korban ditemukan di sebuah sungai di Malaysia. “Berdasarkan informasi dan keterangan Kepolisian Malaysia, jenazah itu diduga klien kami,” rincinya. (Vecky Ngelo)

Polri Tegaskan Tersangka HK Mau Dijadikan Algojo ISIS

Kepala Bagian Penerangan Umum, Konbes Pol Syahar Diantono ditemui di Mabes Polri.(Vecky Ngelo)


Jurnal123.com – Keberhasilan meringkus HK alias Wahyu Nugroho  alias Uceng di Bandara Soekarno Hatta msu ke Surya, ternyata HK mau dijadikan penghubung mengatikan Abdul Wahid sebagai algojo ISIS. Pasalnya ia mengusai diIndonesia dan terakhir terliba kasus di Jogjakarta melakukan penyerangan. 

Kepala Bagian Penerangan Umum, Kombes Pol Syahar Diantono di Mabes Polri,Rabu (13/2)2019 mengatakan   Indonesia kan agak lebih aman,dulu kalau ada kejadian bom di Eropa pasti konek di Indonesia sekarang tidak ada. “Jadi mereka yang disana mau cari penghubung sosoknya yang mau di jadikan Hadi Kuncoro,” ujarnya.

Selanjutnya, Syahar menegaskan kenapa dia karena dia satu-satu yang saat ini menguasai jaringan di Indonesia. Kan Hadi Kuncoro (HK) terlibat di Jogjakarta. Itu penyerangan terakhir, ” tegasnya.

Untuk itu, Syahar menjekaskan rekam.jejak Abdul Wahid adalah alumnus Pondok Pesantren Almukmin ruki terus saat ini jejaknya dan saat kerusuhan Ambon dia dikabarkan ikut berjihad disana. “Kan dia punya saudara kembar dimana sauadara kembar tewas dalam kerusuhan di Ambon juga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Syahar merinci Abdul Wahid melanjutkan sekolahnya Universitas Ibnu Saud Arab Saudi. Tahun 2000 terlibat jaringan Jemaah Islamiah dan dia salah satu yang dekat dengan Nurdin M Top. “Dia juga penyalur uang dari Timur Tengah kepada Nurdin M Top. 2004 dia ditangkap okey Pemerintahan Filipina karena kedapatan tidak memiliki dokumen ,membawa pistol dan bahan peledak,” rincinya.

Jadi, Syahar membeberkan  Abdul Wahid  Sempat mendekam selama 9 tahun. Abdul Wahid sempat di tayangkan dan menjadi sorotan aparat keamanan muncul videonya propaganda ISIS. “Terkait semua jejak rekannya Abdul Wahid ternyata sosok yang sangat penting alat propaganda ISIS. Bahkan dia sosokkan sebagai salah seorang algojo ISIS yang mempunyai pengaruh besar . Nah babak terakhir Januari 2019 tewas karena serpihan tank di Surya, bebernya.

Disinggung  keterlibatannya di di Bom Bali 2 bersama konflik di Poso, Syahar mengakui Ya,itu termasuk ada kaitan dengan itu bersama Bahrun Naim dan Abdul Jamdal.” ini perlu digali sehingga semua terbongkar, akunya. (Vecky Ngelo) 

KPK Periksa 12 Anggota DPRD Jambi Terkait Kasus Uang Ketuk Palu

Kantor KPK Jakarta

Jurnal123.com – KPK memanggil 12 anggota DPRD Provinsi Jambi terkait kasus dugaan suap. Di antaranya, ada 3 anggota DPRD yang telah jadi tersangka, yakni Cekman, Parlagutan Nasution dan Tadjudin Hasan.

“Setelah kemarin dilakukan pemeriksaan terhadap 10 orang saksi dari unsur pimpinan dan anggota DPRD Jambi, hari ini diagendakan pemeriksaan terhadap 13 orang saksi,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Rabu (13/2/2019).

Pemeriksaan itu dilakukan di Polda Jambi. KPK berharap para saksi hadir dan memberi keterangan yang sejujurnya.

“Kami ingatkan agar para saksi yang dipanggil dapat memenuhi panggilan penyidik dan memberikan keterangan yang sebenar-benarnya pada penyidik,” ucapnya.

Berikut para anggota DPRD Provinsi Jambi yang dipanggil sebagai saksi hari ini:

1. Cekman, Anggota DPRD Provinsi Jambi
2. Parlagutan Nasution, Anggota DPRD Provinsi Jambi
3. Tadjudin Hasan, Anggota DPRD Provinsi Jambi
4. Hasani Hamid, Anggota DPRD Provinsi Jambi
5. Suliyanti, Anggota DPRD Provinsi Jambi
6. Karyani, Anggota DPRD Provinsi Jambi
7. Nasri Umar, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Jambi
8. Nurhayati, Anggota DPRD Provinsi Jambi
9. Emi Nopisah, Staf Sekretaris Dewan Provinsi Jambi
10. Mauli, Anggota DPRD Provinsi Jambi
11. Yanti Maria Susanti, Anggota DPRD Provinsi Jambi
12. Sofian Ali, Anggota DPRD Provinsi Jambi
13. Rahima, Anggota DPRD Provinsi Jambi (meminta penjadwalan ulang karena sedang tidak berada di Jambi).

Kasus ini merupakan lanjutan dari rangkaian kasus suap yang melibatkan mantan Gubernur Jambi Zumi Zola. KPK pun menetapkan 12 anggota DPRD Provinsi Jambi sebagai tersangka suap ketuk palu.

Kedua belas tersangka itu diduga KPK mengumpulkan anggota fraksi untuk menentukan sikap terkait pengesahan RAPBD Jambi, membahas dna menagih uang ketuk palu. KPK menduga ada jatah Rp 400 juta hingga Rp 700 juta untuk tiap fraksi.

Total suap itu diduga berjumlah Rp 16,34 miliar untuk RAPBD TA 2017 dan 2018. Selain 12 anggota DPRD Jambi, KPK juga menetapkan 1 pihak swasta, Joe Fandy Yoesman alias Asiang sebagai tersangka karena diduga memberi duit Rp 5 miliar ke Plt Kadis PUPR Jambi Arfan.(DEN)