Gubernur Sumatera Barat Laporkan Kesiapan Hari Pers Nasional 2018

Gubernur Sumatera Barat Laporkan Kesiapan Hari Pers Nasional 2018

JURNAL123, JAKARTA. Menjelang persiapan Hari Pers Nasional 2018 yang sedianya akan dilaksanakan di provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Gubernur Prof. Irwan Prayitno didampingi Kepala Biro Humas Setda Provinsi Sumbar Jasman dan Kepala Balitbang More »

Jokowi Lantik Menteri dan KSAU Baru

Jokowi Lantik Menteri dan KSAU Baru

JURNAL123, JAKARTA. Presiden Joko Widodo melantik sejumlah pejabat negara. Di antaranya adalah posisi menteri. Jokowi juga melantik KSAU yang baru yakni Marsekal Madya Yuyu Sutisna menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang menjadi panglima More »

Kapolri Petakan Daerah Jelang Pilkada

Kapolri Petakan Daerah Jelang Pilkada

JURNAL123, JAKARTA. Setelah di lakukan penutupan pendaftaran para pasangan calon beberapa hari yang lalu, untuk menjaga keamanan secara jelas Polri terus menintensifkan dan mulai memetahkan  potensi-potensi kerawanan disetiap derah mempersiapkan kekuatan bersama More »

Menyehatkan Masyarakat, RS Siloam Buka Cabang  ke-32

Menyehatkan Masyarakat, RS Siloam Buka Cabang ke-32

JURNAL123, LUBUKLINGGAU. Dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat di Indonesia PT Siloam International Hospitals Tbk (Siloam) memperluas jangkauan untuk melayani lebih banyak pasien di wilayah barat Indonesia. Hari ini, Kamis (11/1), Siloam secara More »

Longsor di Ponorogo Tewaskan 2 Orang

Longsor di Ponorogo Tewaskan 2 Orang

JURNAL123, PONOROGO. Tanah longsor di Dusun Gondang, Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, Ponorogo, Jawa Timur, yang menimbun rumah milik Soirin, mengakibatkan dua orang, Ria Lestari (23) dan anaknya Venesia Aulia Andriani (2 bulan) More »

 

Gubernur Sumatera Barat Laporkan Kesiapan Hari Pers Nasional 2018

Gubernur Sumber Irwan Prayitno, Mensesneg Pramono Anung, Ketua Umum PWI Margiono dan panitia Hari Pers Nasional 2018 di Padang. Gubernur Sumber Irwan Prayitno, Mensesneg Pramono Anung, Ketua Umum PWI Margiono dan panitia Hari Pers Nasional 2018 di Padang.

Gubernur Sumber Irwan Prayitno, Mensesneg Pramono Anung, Ketua Umum PWI Margiono dan panitia Hari Pers Nasional 2018 di Padang.
Gubernur Sumber Irwan Prayitno, Mensesneg Pramono Anung, Ketua Umum PWI Margiono dan panitia Hari Pers Nasional 2018 di Padang.


JURNAL123, JAKARTA.
Menjelang persiapan Hari Pers Nasional 2018 yang sedianya akan dilaksanakan di provinsi Sumatera Barat (Sumbar) Gubernur Prof. Irwan Prayitno didampingi Kepala Biro Humas Setda Provinsi Sumbar Jasman dan Kepala Balitbang Reti Wafda bersama Ketua PWI Pusat Margiono beserta Panitia Pusat HPN 2018 melakukan pertemuan dengan Menteri Sekretaris Negara Pramono Anung membicarakan lebih rinci terkait kedatangan Presiden dan beberapa Menteri Kabinet Kerja ke acara puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang, Sumatera Barat.

Dalam pertemuan tersebut Gubernur kembali memastikan kesiapan Sumbar sebagai tuan rumah penyelenggaraan HPN 2018. Disamping itu, ada beberapa agenda tambahan, yakni usulan peresmian Pasar Raya Padang.

“Saat kita kemarin di Setneg, peresmian pasar raya Padang belum kita usulkan, namun hari ini surat usulan peresmian pasar raya Padang oleh Presiden langsung kita serahkan ke pak Seskab Pramono Anung. Insyaa Allah Pak Pramono akan koordinasi lagi dengan Pak Pratikno Menteri Sekretaris Negara dan meminta persetujuan Presiden. Mudah-mudahan pak Presiden setuju. Sama-sama berdoa kita, moga pak Presiden berkenan,” ujar Irwan Prayitno, Kamis, (18/1/2018).

Lebih lanjut Gubernur juga menyampaikan harapannya agar Presiden berkenan hadir dan bermalam di Sumbar mulai tanggal 7 Februari hingga 9 Februari.

Senada dengan uraian Gubernur Sumbar, Ketua PWI Pusat Margiono sangat berharap Menteri-Menteri banyak yang hadir. Karena konfirmasi terakhir baru 11 Menteri yang telah menyatakan akan datang ke Sumbar.

Menjawab harapan Gubernur dan Ketua PWI Pusat, Pramono Anung menyampaikan bahwa sebenarnya Presiden berkenan hadir di Sumbar selama dua malam dan akan disiapkan dan dimatangkan.

“Mudah-mudahan Presiden tidak ada halangan sehingga dapat hadir mulai tanggal 7 Februari 2018 dan pulang tanggal 9 Februari usai upacara puncak” ujar Pramono.

Ditegaskannya, kegiatan Presiden yang telah dimatangkan antara lain Kuliah umum di UNP, peresmian Indarung VI Semen Padang, peresmian jalan by pass, penyerahan massal sertifikat tanah dan agenda agenda lainnya.

Sementara itu Hendri CH Bangun, Sekjen PWI pusat menambahkan bahwa ada hal yang baru, dimana nanti akan dideklarasikan Forum Jurnalis Perempuan di Sumbar.

“Saat ini kita lagi mematangkan segala sesuatunya tentang acara dimaksud. Jadi di sumbarlah pertama kali muncul Forum Jurnalis Perempuan ini,” kata Hendri.(REP)

Polisi Periksa Zulkifli Muhamad Ali Sebagai Tersangka Ujaran Kebencian

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Brigjen Pol M. Iqbal

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Brigjen Pol M. Iqbal


JURNAL123, JAKARTA.
Zulkifli Muhammad Ali, seorang pemuka agama akan diperiksa Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri sebagai tersangka kasus dugaan menyebar ujaran kebencian dan diskriminasi SARA. Ia diperiksa pada pukul 13.00 WIB.

Koordinator tim pembela Zulkifli, Novel Bamukmin mengatakan, Zulkifli nanti akan didampingi sejumlah anggota Alumni Aksi 212.

Diketahui, Aksi 212 dilakukan 2 Desember 2016 sebagai gerakan mereka terhadap kasus penistaan agama oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

“Semalam kita sudah kumpul advokat, tokoh masyarakat, agama sudah koordinasi. Kami putuskan hari ini mengawal semaksimal mungkin mendampingi ustad Zulkifli di Bareskrim,” ujar Novel saat dihubungi, Kamis (18/1/2018).

Novel mengatakan, Zulkifli kooperatif dengan proses hukum yang menjeratnya. Zulkifli sudah tiba di Jakarta dari Payakumbuh, Sumatera Barat, sejak Rabu (17/1/2018) malam.

Setelah itu, ia berkoordinasi dengan Alumni 212 yang sepakat mendampinginya ke Bareskrim Polri.

“Begitu luar biasa respon. Banyak yang minta bergabung, ya kami tampung semuanya. Lebih dari 100 hingga saat ini. Itu akan berjalan terus,” kata Novel.

Novel membantah bahwa pernyataan Zulkifli dalam ceramahnya merupakan ujaran kebencian. Apa yang dikatakan Zulkifli, kata dia, merupakan keprihatinan pada pemerintah saat ini.

Ia juga mengatakan, penetapan Zulkifli sebagai tersangka dianggap sebagai bentuk kezhaliman terhadap pemuka agama.

“Ulama menyampaikan dakwah yang memang saat ini kita melihat dari pemerintah yang tidak berpihak. Ulama menyampaikan itu apa yang kondisi saat ini,” kata Novel.

Sebelumnya, polisi menilai Zulkifli menyampaikan kalimat bernada kebencian dan provokatif melalui ceramah yang dia sampaikan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Mohammad Iqbal memastikan bahwa penyidik menemukan minimal dua bukti permulaan yang cukup untuk menetapkan Zulkifli sebagai tersangka.

Sebelum menetapkan tersangka, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi. Kemudian, ditambah dengan keterangan ahli untuk menilai apakah ada unsur pidana dalam penyampaian Zulkifli.

Namun, Iqbal tidak menjelaskan ceramah apa yang dipermasalahkan dalam kasus ini.

“Itu nanti teknis. Kita tidak bisa sampaikan ke publik,” kata dia, Rabu (17/1/2018).

Zulkifli dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45B UU Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.(VEK)

BNN Tangkap Kepala Rutan Purworejo Terkait Pencucian Uang Narkoba

Kepala BNN , Komjen Pol Budi Waseso ketika di temui di BNN, Rabu (17/1/2018) mengatakan  BNN meringkus Kepala Rutan Kelas II B Purworejo Jateng Berinisial CAS Karena terlibat  Kasus Tindak Pidana Pencucian Uang(TPPU). ( Vecky Ngelo/Jurnal123)

Kepala BNN , Komjen Pol Budi Waseso ketika di temui di BNN, Rabu (17/1/2018) mengatakan BNN meringkus Kepala Rutan Kelas II B Purworejo Jateng Berinisial CAS Karena terlibat Kasus Tindak Pidana Pencucian Uang(TPPU). ( Vecky Ngelo/Jurnal123)


JURNAL123, JAKARTA.
Upaya dan kerjasama antara tim Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan tim Direktorat Tindak Pidana Pencucian Uang BNN akhirnya mengamankan Kepala Rutan Kelas II B Purworejo Jateng Inisial Cahyo Adi Satrianto (CAS) Senin(15/1/2018) terlibat kasus TPPU dari hasil jaringan Christian Jaya Kusuma alias Cancai.

Kepala Badan Narkotika Nasional ( BNN), Komjen Pol Budi Waseso ketika ditemui di BNN , Cawang Jakarta Timur, Rabu(17/1)2018 mengatakan Tim BNNP Jawa Tengah bersama dengan Tim Direktorat TPPU BNN mengamankan Kepala Rutan Kelas II B Purworejo Jateng berinisial CAS pada hari Senin 15 Januari 2018. “Sekitar pukul 12.50 WIB di Rutan Kelas II Purworejo karena terlibat kasus Tindak Pidana Pencucian Uang( TPPU) dari hasil bisnis narkotika jaringan Christian Jaya Kusuma alias Sancai ( Napi LP Pekalongan terkait kasus Narkotika 800 gram). Sancai ditangkap BNNP Jateng tanggal 8 November 2017 di Semarang,” ujarnya.

Selanjut, Budi Waseso menegaskan dalam proses penyidikan ditemukan fakta adanya aliran sejumlah dana dari Sanda kepada Kepala Rutan Kelas II B Purworejo Jateng dengan modus menggunakan rekening orang lain yaitu atas nama SUH(Wonosobo) dan SUN( Cilacap).”Adapun aliran dana yang diterima oleh Kepala Rutan Purworejo dari Randai secara berkala sebanyak 18 kali transaksi yang mencapai Rp 313.500.000.,” tegasnya.

Untuk itu, Budi Waseso menjelaskan jumlah tersebut diduga juga berasal dari napi kasus narkotika lainnya yang masih di dalami oleh Tim BNN. “Pada hari yang sama Tim BNNP Jateng dan Direktorat TPPU BNN juga menangkap SUH di Wonosobo dan SUN di Cilacap serta menyita sejumlah barang bukti,” jelasnya.

Lebih jauh, Budi Waseso merincinya uang yang diperoleh Kepala Rutan Purworejo dipergunakan antara lain untuk diberikan kepada keluarga, pembelian tiket pesawat, pembayaran hotel/penginapan, menjamu tamu di restoran, membeli TV untuk Rutan Purworejo, membeli sepatu dengan merk terkenal, membeli kalung kesehatan serta untuk membiayai keperluan pribadi lainnya.”Sementara modus yang digunakan oleh Santai dalam melakukan tindak pidana TPPU Narkotika ini adalah dengan menyuruh CC untuk membuka rekening guna menampung uang dari hasil bisnis narkotika ,” rincinya.

Sesuai data, Budi Waseso menandaskan CC dan SA sudah ditangkap di Banjarmasin, Kalsel pada tanggal 11 Januari 2018 dengan barang bukti 2 emas batangan 1.350 gram ( 500 gram dan 850 gram) dan uang tunai Rp 400.000.000 yang disimpan disaster box Bank Panin Banjarmasin.”Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan pasal 3,4,5 dan 10 Undang-undang No. 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang ( TPPU) dan pasal 137 Undang-undang No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tandasnya.(VEK)

Jokowi Lantik Menteri dan KSAU Baru

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo


JURNAL123, JAKARTA.
Presiden Joko Widodo melantik sejumlah pejabat negara. Di antaranya adalah posisi menteri. Jokowi juga melantik KSAU yang baru yakni Marsekal Madya Yuyu Sutisna menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto yang menjadi panglima TNI.

Selain itu, ada nama Agum Gumelar yang menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Mengingat, ada dua posisi kosong setelah Rusdi Kirana menjadi Dubes Malaysia, dan Almarhum Hasyim Muzadi.

Selain itu, ada nama Jenderal (Purn) TNI Moeldoko. Ia menggantikan Teten Masduki menjadi Kepala Staf Kepresidenan.

Idrus Marham, yang juga sekjen Golkar dilantik untuk menggantikan Khofifah Indar Parawansa yang mengundurkan diri karena maju sebagai calon gubernur Jawa Timur. Pelantikan dilakukan di Istana Negara, Jakarta pada Rabu 17 Januari 2018.(VIN)

Bukan Anggota Polisi Setelah Ditetapkan KPU.

Ilustrasi Kotak Suara

Ilustrasi Kotak Suara


JURNAL123, JAKARTA.
Keikutsertaan para anggota polisi dalam pemilihan kepala daerah saat ini menjadi pembahasan disejumlah media.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan bahwa para anggota Polri yang ikut mencalonkan diri pada Pilkada atau Pilgub serentak 2018, itu sudah menyerahkan surat pengunduran diri dari Korps Bhayangkara pada saat pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Nah sampai dengan tanggal 12 nanti pas penetapan dari KPU status mereka masih anggota Polri. Ketika tanggal 12 ditetapkan oleh KPU diterima dan dicalonkan tetap itu akan otomatis statusnya purnawira bukan polisi lagi. Oleh sebab itu dalam masa menjelang sampai tanggal 12 penetapan statusnya masih. Selama belum ada penetapan purnawira dia masih anggota polisi,” kata Setyo di Kompleks Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (16/1/2018).

Setyo pun menerangkan bahwa anggota Polri yang sudah kalah pada saat Pilkada, tidak bisa kembali lagi sebagai anggota Polri. Namun, jika tak lolos dari verifikasi KPU pada saat penetapan calon, maka anggota Polri tersebut bisa kembali lagi jadi anggota Polri.

“Nunggu sampai ditetapkan. Kita kembalikan kepada yang bersangkutan apakah akan melanjutkan pengabdian di Polri atau tidak. Tapi ini masa sebelum tanggal 12 ya, jangan dipahami kalah Pilkada enggak bisa kembali lagi ke pilkada. Pemahaman keliru itu,” terangnya.

Lebih lanjut, dirinya pun menuturkan bahwa saat ini anggota Polri yang ikut dalam kontestasi Pilkada dan Pilgub serentak 2018, tak mempunyai jabatan penting dalam Korps Bhayangkara atau bisa dibilang non-job.

“Status anggota sekarang ini pengajuan undur diri sambil menunggu tanggal 12 dan tidak ada jabatan yang strategis. Ada jabatan analis sama saja tidak ada jabatan,” ujarnya.

Dirinya pun menegaskan bahwa anggota Polri tak akan bisa kembali lagi ke dalam Korps Bhayangkara jika sudah ditetapkan sebagai calon dan kalah pada saat bertanding dalam Pilkada dan Pilgub serentak 2018.

“Jabatan sekarang ini analis kebijakan ini bukan struktural. Tolong dijelaskan jangan keliru. Dibeberapa media dijelaskan yang kalah pilkada bisa masuk lagi. Bukan gitu. Kalau sudah penetapan bukan anggota polri lagi,” tegasnya.

Seperti diketahui, beberapa Pati yang akan maju dalam Pilkada 2018 yaitu Kepala Korps Brimob Irjen Pol Murad Ismail di Pilgub Maluku, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Safaruddin di Pilgub Kaltim dan Wakalemdiklat Polri Irjen Pol Anton Charliyan di Pilgub Jawa Barat. Dan ada juga Perwira menengah yang ikut meramaikan Pilkada serentak 2018 yaitu Pamen Polda NTT, AKBP Marselis Sarimin Calon Bupati Manggarai Timur NTT.(VEK)

Polisi Periksa 10 Saksi Terkait Ambruknya Lantai BEI

Kavid  Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Warsito di Mabes Polri. (Vecky Ngelo/Jurnal123)

Kavid Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Warsito di Mabes Polri. (Vecky Ngelo/Jurnal123)


JURNAL123, JAKARTA.
Pembuktian akibat ambruk Balkon Mezanin gedung Bursa Efek Indonesia lantai 2 akhirnya pengelola  gedung dipanggil Polisi. Pasalnya pemanggilan itu  setelah polisi berdasarkan laobiratorium forensik.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya memeriksa sepuluh saksi terkait ambrolnya selasar gedung Bursa Efek Indonesia.

Pemeriksaan dilakukan pada Selasa (16/1/2018) sejak pukul 10.00 WIB.

“Telah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi. Kegiatan masih berlangaung sampai sekarang,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta, Selasa.

Sepuluh saksi tersebut terdiri dari mahasiswi, sekuriti, teman korban dan pegawai yang bekerja di gedung BEI.

Penyidik ingin menggali kronologis ambrolnya selasar BEI dari keterangan para saksi yang mengalami sendiri kejadian tersebut.

“Nanti dikroscek dari fakta di lapangan, olah TKP, dan hasil saksi-saksi,” kata Setyo.

Selain memeriksa saksi, tim juga masih berada di gedung BEI untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Polisi juga masih mengamankan sekitar lokasi dan beberapa area ditutup garis polisi.

Setyo memastikan, Tower 2 BEI masih aman dipakai beraktivitas.

“Dari Polri tidak menghalangi, tapi kembalikan kepada para tenant, kantor yang ada di situ apakah mereka kerja apa tidak,” kata Setyo.

Mezanin di Tower II Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) ambrol pada Senin (15/1/2018) siang. Kejadian tersebut membuat 73 orang luka-luka.

Korban mayoritas merupakan mahasiswa Universitas Bina Darma, Palembang, yang tengah melakukan kunjungan.

Sebagian besar korban mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh. Yang paling parah, ada yang mengalami patah tulang.

Peristiwa ambruknya Mezanin di Tower II Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) ambrol pada Senin (15/1/2018) siang. Kejadian tersebut membuat lebih dari 77 orang luka-luka. Hingga kini korban mayoritas merupakan mahasiswa Universitas Bina Darma, Palembang, yang tengah melakukan kunjungan. Sebenarnya,sebagian besar korban mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh. Yang paling parah, ada yang mengalami patah tulang.(VEK)

Museum Bahari Jakarta Terbakar

Museum Bahari Terbakar

Museum Bahari Terbakar

JURNAL123, JAKARTA.
Museum Bahari, Jakarta Utara, terbakar pada pagi ini. Berdasarkan informasi yang diterima dari Kantor Pemadam Kebakaran Jakarta Utara, museum yang berada di Jalan Pasar Ikan, Penjaringan itu dilaporkan terbakar pada pukul 8.55 WIB.

Saat dihubungi, pihak pemadam kebakaran mengatakan sebanyak 16 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk memadamkan api di Museum Bahari. Unit mobil itu didatangkan dari Jakarta Utara dan Barat.

Letak museum itu berada di seberang pelabuhan Sunda Kelapa. Museum Bahari adalah salah satu dari delapan museum yang berada di bawah pengawasan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.(DEN)

Polisi Persilahkan La Nyalla Melaporkan Terkait Dugaan Mahar Politik

Kavid  Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Warsito di Mabes Polri, Senin(15/1/2018) mengatakan Adanya Dugaan Mahar sebaiknya La Nyala Mattalitti Laporkan ke Polisi. (Vecky Ngelo/Jurnal123)

Kavid Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Warsito di Mabes Polri, Senin(15/1/2018) mengatakan Adanya Dugaan Mahar sebaiknya La Nyala Mattalitti Laporkan ke Polisi. (Vecky Ngelo/Jurnal123)


JURNAL123, JAKARTA.
Terkait dengan adanya dugaan kasus mahar politik yang sudah dikatakan oleh La Nyala Mattalitti agar lebih jelas dan terangnya sebaiknya diproses hukum dan silakan saja dilaporkan ke polisi.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, pihaknya mempersilakan La Nyalla Mattalitti untuk melaporkan dugaan kasus mahar politik yang dialaminya ke Polri.

Setyo menuturkan, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur itu berhak melaporkan kejadian tersebut. Ia memastikan, Polri akan menerima apabila yang bersangkutan memang membuat laporan.

“(Tapi) Kalau tidak, ya tidak bisa kita memaksa. Tetapi sampai saat ini belum ada laporan,” katanya di Mabes Polri, Jakarta, Senin (15/1/2018).

Sebelumnya diberitakan, La Nyalla berniat menempuh jalur hukum terkait permintaan uang Rp 40 miliar untuk maju sebagai calon gubernur di Pilkada Jawa Timur 2018.

Ketua Progres 98 Faisal Assegaf, selaku perwakilan tim hukum, mengatakan laporan akan dibuat ke Mabes Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas politik uang yang diduga dilakukan oknum Partai Gerindra.

“Kami minta pihak berwenang polisi dan KPK memeriksa. Ada unsur pidana, karena sudah masuk politik uang,” tutur Faisal.

Menurut dia, dugaan adanya politik uang itu dapat menjadi bahan untuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengusut kasus tersebut.

Apalagi saat ini, Mabes Polri sudah membentuk Satgas Anti Politik Uang Polri.

Selain itu, La Nyalla mengklaim sudah mengeluarkan uang sebesar Rp 5,9 miliar kepada Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, Supriyanto.

Serta akan mencairkan cek senilai Rp 70 miliar yang dapat dicairkan apabila surat rekomendasi dari Partai Gerindra sudah terbit.

“Ini menjadi bahan menarik. Diduga pelaku menerima uang muka Rp 5,9 miliar. Masuk ranah KPK,” tegasnya.

Koordinator TPDI Petrus Selestinus mendesak Satgas Antipolitik Uang Polri untuk mengusut tuntas ‘nyanyian’ La Nyalla Mahmud Mattalitti yang menyebut bahwa dirinya dimintai puluhan miliar oleh Prabowo Subianto untuk Pilkada Jawa Timur.

“Satgas Antipolitik Uang yang baru dibentuk Kapolri untuk Pilkada 2018 harusnya berani merespons ‘nyanyian’ La Nyalla yang gagal menjadi bakal calon gubernur Jawa Timur dari Gerindra,” ujar Petrus melalui pesan singkat, Jumat (12/1/2018).

“Karena diduga Prabowo atas nama DPP Gerindra disebut meminta La Nyalla menyerahkan uang untuk keperluan pencalonan La Nyalla dalam Pilkada Jatim sebesar Rp 170 miliar dan untuk bayar saksi Rp 40 miliar,” lanjut dia.

Menurut Petrus jika peristiwa ini benar-benar terjadi, maka sudah masuk ke dalam kategori tindak pidana politik uang yang diatur dalam ketentuan Pasal 73 ayat (3) serta Pasal 187 huruf A sampai D Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada.

‘Informasi’ La Nyalla, lanjut Petrus, semestinya dipandang sebagai suatu informasi berharga oleh Satgas Antipolitik Uang.(VEK)

Ambruknya Balkon Bursa Efek Indonesia Akibatkan Korban 77 Orang

Akibat Ambruknya Balkon Mezanin di Bursa Efek Indonesia (BEI) ,Senin (15/1)2018, akhirnya 77 orang dirawat. Tampak Ambulans membawa korban luka ke rumah sakit.( Vecky Ngelo/Jurnal123)

Akibat Ambruknya Balkon Mezanin di Bursa Efek Indonesia (BEI) ,Senin (15/1)2018, akhirnya 77 orang dirawat. Tampak Ambulans membawa korban luka ke rumah sakit.( Vecky Ngelo/Jurnal123)


JURNAL123, JAKARTA.
Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, mereka terus berusaha mendata korban yang terluka akibat runtuhnya atap gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Sejauh ini total ada 77 korban akibat insiden itu.

“Sementara ada 77, tersebar di empat rumah sakit. Ada di RSPP, Siloam, Mintohardjo dan RS Jakarta,” kata dia, Senin (15/1/2018).

Jumlah itu, kata dia, bisa bertambah. Mengingat proses evakuasi dan pendataan masih berlangsung.

Ditempat yang sama,  Kepala Bagian Operasional Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Nico Setiawan ketika ditemui mengatakan dan menyampaikan, nama-nama korban yang dirawat :

RS Siloam

1.Ny. Frediccia S,
2.Tn. Yudistira
3. Ny. Yuliana,
4. Nike,
5. Ny. Hanyani,
6. Tn. Jordan,
7. Febriyanti,
8. Ny. Dahlian Aritonang,
9. Nora,
10. Bella Ayu,
11. Rahayu S,
12. Ny. Riska Herdiana,
13. Ny. Ria Maria,
14. Nina yudisia,
15. Ny. Bella Adelia,
16. Wida Riyanti,
17.Ny. Suci Maulida,
18. Ny. Wanda Lestari,
19. Bunga Febby,
20. Ny. Tiara Indah Sakti,
21. Teti R Siahaan,
22. Ny. Regina,
23. Ny. Nilrah,
24. Ny. Dedrit Sepriata,
25. Tn. I Gusti Ngurah,
26. Ny. Nina Meidania,
27. Ny. Elise Lilasari,
28. Ny. Diana Febrianti,
29. Ny. Alvita P,
30. Widar Yanti,
31. Tn. Roby Meidiansyah,
32. Ny. Dea,

RSPP

33. Ny. Sylvia, RSPP
34. Tn. Imanuel, RSPP
35. Tn. Jonathan, RSPP
36. Tn. Daru, RSPP
37. Ny. Siti Latifah, RSPP
38. Tn. Angga, RSPP
39. Ny. Nova, RSPP

RSAL Mintoharjo

40. Desi Agustin, RSAL Mintoharjo
41. Miranda, RSAL Mintoharjo
42. Firda, RSAL Mintoharjo
43. Siti Nurhanifa, RSAL Mintoharjo
44. Indah, RSAL Mintoharjo
45. Meli Anjani, RSAL Mintoharjo
46. Sandra, RSAL Mintoharjo
47. Fransisca, RSAL Mintoharjo
48. Oktarina Sarah,RSAL Mintoharjo
49. Indah Yulianti, RSAL Mintoharjo
50. Kiki, RSAL Mintoharjo
51. Gita, RSAL Mintoharjo
52. Desvahera, RSAL Mintoharjo
53. Karmeta, RSAL Mintoharjo
54. Dita, RSAL Mintoharjo
55. Apriyani, RSAL Mintoharjo
56. Deka, RSAL Mintoharjo

RS Jakarta

57. Ny. Siti Nurhayati,RSUD Tarakan
58. Yunita, RS Jakarta
59. Kartika Agustina, RS Jakarta
60. Efi tri Wahyuni, RS Jakarta
61. Mirza, RS Jakarta
62. Ayu Rika, RS Jakarta
63. Pradita Amelia,RS Jakarta
64. Rike Damayanti, RS Jakarta
65. Rika Rosari, RS Jakarta
66. Cindy Napia, RS Jakarta
67. Morel, RS Jakarta
68. Ira, RS Jakarta
69. Mustika Wilandari, RS Jakarta
70. Arian Pradana, RS Jakarta
71. Mona, RS Jakarta
72. Fitria Anggraini, RS Jakarta
73. Kilun Haneti, RS Jakarta
74. Nurhafiza, RS Jakarta
75.Nur dwi Halima, RS Jakarta
76. Suci Wulandari, RS Jakarta
77. Irtha, RS Jakarta

(VEK)
 

 

Lantai Bursa Efek Jakarta Ambruk

20180115_130813

Lantai Bursa Efek Indonesia di Jakarta Yang Ambruk (Istimewa)

JURNAL123, JAKARTA.
Atap Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berada di selasar roboh, diduga akibat tak mampu menahan puluhan Mahasiswa Binda Darma yang telah melakukan kunjungan pelatihan kerja di gedung tersebut.

Berdasarkan informasi yang didapat, sebelum gedung roboh, lantai selasar tersebut memang tengah dipenuhi oleh para mahasiswa yang tengah melihat suasana dari aktifitas di Gedung Bursa Efek Indonesia.

Korban dari robohnya lantai di selasar gedung BEI banyak dialami oleh para mahasiswa Bina Dama.

Sekira pukul 12.10 WIB, atap Tower II Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) ambruk. Para orban akibat kejadian ini dilaporkan telah dievakuasi ke luar gedung.

Korban yang tertimpa reruntuhan langsung dievakuasi oleh petugas keluar lokasi. Ambulans langsung bersiaga di lokasi untuk mengevakuasi korban. Sembilan korban akibat insiden ini dilarikan ke RS Mintoharjo, Jakarta Pusat.

Seperti yang diketahui balkon di lantai 1 tower 2 Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) dikabarkan roboh pada pukul 12.10 WIB. Reruntuhan menimpa para korban yang sebagian merupakan mahasiswa Universitas Bina Darma, Palembang yang sedang melakukan kunjungan ke BEI.

Robohnya atap gedung menimbulkan kepanikan pegawai dan pengunjung gedung BEI. Dari foto-foto dan video yang beredar, insiden itu menyebabkan kerusakan di lobby gedung tower 2. Puing dilaporkan menimpa sejumlah orang yang sedang berada di tempat kejadian.

Ratusan orang dievakuasi dari gedung Bursa Efek Jakarta yang berlantai 32, menyusul ambruknya balkon atau selasar dari Gedung II. Belum diketahui apakah jatuh korban jiwa.

Sejumlah orang tampak dibawa keluar gedung dengan tandu, namun wartawan dilarang mendekat.

Peristiwa terjadi pada lewat tengah hari. Saksi mata mengatakan, mendengar suara gemuruh keras saat balkon itu ambruk.
Iklan

“Itu bukan lantai yang roboh, tapi selasar,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, kepada wartawan.

Argo menuturkan, Polsek Kebayoran Baru sedang menyelidiki penyebab kejadian itu, sekaligus mendata jumlah korban.

“Sejumlah korban, kebanyakan luka-luka di tangan dan kaki dan bagian badan lain, dibawa ke berbagai rumah sakit terdekat,” katanya.

“Jadi di lantai 2 Gedung II, itu ada selasar yang biasa dipakai berjalan oleh para karyawan, itu yang roboh,” kata Argo pula.

Ia menyatakan, korban luka lebih dari limabelas orang, namun jumlahnya masih didata.

“Korban jiwa sampai saat ini tak ada laporan, mudah-mudahan tidak ada,” katanya pula kepada wartawan.

Selasar itu disebut sebagai lantai mezzanine.

Salah seorang saksi mata berkata, selasar itu roboh jelang jam istirahat makan siang, pukul 12.00 WIB.

“Saat saya sedang keluar dari pintu gerbang BEI, itu ambruk, semua orang terlihat panik,” ujarnya.

Selain karyawan perkantoran, terdapat rombongan mahasiswa yang melakukan karyawisata juga berada di gedung itu saat selasar ambruk.

Hingga pukul 13.00 WIB, karyawan di tower II BEI belum dapat kembali ke lantai mereka masing-masing.

Bursa Efek Jakarta mengumumkan, perdagangan BEI Senin (15/1) Sesi II akan diundur selama 1 jam karena alasan force majeur.

Sejauh ini banyak pekerja berkerumun di halaman gedung yang kemudian ditutup dengan garis polisi Tampak kesibukan puluhan petugas polisi, namun sudah tak terlihat adanya suasana kegawatan baik di kalangan petugas maupun para pekerja dan orang-orang yang berkerumun di luar.(BSB)